(Taiwan, ROC) - Enam dari 13 kapal pesiar internasional yang dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Hualien tahun ini telah membatalkan kunjungan menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda Hualien pada tanggal 3 April, demikian diungkapkan Taiwan International Ports Corp. (TIPC) cabang Hualien.
Lu Chan-yu (盧展猷) dari TIPC mengatakan, meskipun struktur utama Pelabuhan Hualien tidak terpengaruh oleh gempa, kerusakan parah pada tempat wisata terkenal Taman Nasional Taroko telah berdampak pada kesediaan kapal pesiar internasional untuk berlabuh.
Menurut Lu, dari 13 kapal pesiar yang dijadwalkan berlabuh tahun ini, enam telah membatalkan perjalanan, empat telah berlabuh di Pelabuhan Hualien pada bulan Februari dan Maret, sementara masih belum jelas apakah tiga kapal lainnya yang dijadwalkan singgah di Hualien pada bulan Oktober dan Desember akan berlabuh sesuai rencana.
Untuk meningkatkan kesediaan kapal pesiar internasional untuk berlabuh di Pelabuhan Hualien pasca gempa, selain langkah-langkah insentif yang ada, TIPC Hualien mengumumkan dibatalkannya pemunguatan biaya layanan penumpang dan pemeliharaan area pelabuhan untuk kapal pesiar internasional yang berlabuh di Pelabuhan Hualien mulai tanggal 25 April hingga 31 Desember.
Namun, langkah-langkah yang bertujuan membantu pemulihan ekonomi lokal sejauh ini belum membuahkan hasil.
Sementara untuk pelabuhan lain di Taiwan, menurut statistik TIPC, Pelabuhan Keelung diperkirakan menerima 193 kunjungan kapal pesiar internasional tahun ini, sekitar 65% dari 297 kunjungan sebelum pandemi pada tahun 2019.
Selain itu, sekitar 30 kapal pesiar internasional diperkirakan akan berlabuh di Pelabuhan Kaohsiung tahun ini, melebihi 29 kunjungan yang tercatat pada tahun 2019.