(Taiwan, ROC) —- Seorang pengguna internet di Taiwan mempertanyakan apakah suhu udara di Taiwan pada 25 tahun yang lalu sepanas sekarang.
Pertanyaan ini muncul karena Taiwan sedang dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai 38C, bahkan di beberapa daerah suhu yang terasa mencapai 42C.
Pengguna internet tersebut merasa penasaran karena suhu di atas 35C sudah menjadi hal yang biasa terjadi.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan 25 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1999, ketika proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ke-4 (PLTN 4) masih berlangsung.

圖/ETtoday
Pertanyaan tersebut memicu diskusi hangat di kalangan pengguna internet lainnya. Banyak yang sepakat bahwa pemanasan global telah menyebabkan peningkatan suhu udara secara signifikan dari tahun ke tahun.
Seorang netizen bahkan berbagi pengalamannya bahwa di masa lalu, upacara sekolah dengan pidato kepala sekolah biasanya diadakan di lapangan terbuka, dan para siswa dapat berdiri di bawah sinar matahari selama satu jam tanpa masalah.
Namun, saat ini hampir semua upacara diadakan di dalam ruangan. Ia menganggap hal ini sebagai bukti nyata dari perubahan iklim yang terjadi.
Pengguna internet yang memulai diskusi tersebut juga mencatat bahwa penggunaan pendingin udara di Taiwan telah meningkat drastis, yang berdampak pada lonjakan konsumsi listrik.
Setelah pertanyaan tersebut diunggah, netizen pun ramai memberikan tanggapan. Banyak dari mereka yang bernostalgia dengan masa lalu.
"Dulu waktu SD, di kelas cuma ada kipas angin. Kipas angin sudah cukup untuk menyejukkan udara di musim panas. Dalam setahun, kita mungkin hanya menyalakan AC beberapa kali saja," tulis salah seorang netizen.
"Generasi 70-an pasti ingat! Dulu, suhu 32C sudah dianggap panas. Dulu, kita cukup menyalakan kipas angin saat tidur di malam hari. Waktu saya kecil, rumah saya tidak punya AC, hanya kipas angin, dan sepertinya tidak sepanas sekarang," tambah netizen lainnya.
"Saya bisa pastikan, dulu kita bisa duduk di lapangan terbuka mendengarkan pidato kepala sekolah di bawah terik matahari selama satu jam. Sekarang, upacara sekolah diadakan di aula atau di tempat yang teduh. Itulah perbedaannya," tambah netizen.

圖/聯合報
Beberapa warganet juga menyoroti faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan suhu udara dari tahun ke tahun.
"Pemanasan global memang benar-benar terjadi dan semakin cepat. Selain itu, penggunaan AC yang semakin meluas, ditambah dengan peningkatan jumlah perangkat elektronik dan ruang server, telah memperparah efek pulau panas," terang netizen.
"Bukan hanya Taiwan, seluruh dunia mengalami pemanasan global. Dulu memang tidak sepanas sekarang. Selain perubahan iklim, padatnya bangunan juga berkontribusi terhadap efek pulau panas," tulis salah seorang netizen.
Ada pula yang berkomentar, "Yang jadi masalah bukan hanya panasnya, tapi juga durasinya. Musim semi dan musim gugur hampir tidak terasa."