(Taiwan, ROC) --- Terkait kontroversi perpanjangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dan Wakil Koordinator Komite Perubahan Iklim Nasional dari Kantor Kepresidenan, Tung Tzu-hsien (童子賢), yang terus menekankan pentingnya energi nuklir dan menyoroti isu Taiwan Bebas Nuklir yang diusung Partai Progresif Demokratik (DPP), Menteri Lingkungan Hidup, Peng Chi-ming (彭啓明), menyampaikan bahwa Presiden Lai Ching-te (賴清德) bersikap terbuka terhadap energi nuklir.
Peng Chi-ming menambahkan bahwa pendiriannya sejauh ini belum berubah, sehingga ia juga akan menjalankan tugas administrasi sesuai dengan Undang-Undang Dasar Lingkungan dan prinsip Taiwan Bebas Nuklir.
Reaktor No. 1 PLTN No. 3 akan dinonaktifkan pada 27 Juli 2024. Namun, Komite Pendidikan dan Kebudayaan Yuan Legislatif akan menjadwalkan peninjauan rancangan amandemen Undang-Undang Pengaturan Fasilitas Reaktor Nuklir yang diajukan oleh anggota legislator Partai Kuomintang pada minggu depan, untuk mengupayakan solusi bagi perpanjangan PLTN.
Selain itu, Ketua Perusahaan Pegatron, Tung Tzu-hsien, setelah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Perubahan Iklim Nasional di Kantor Kepresidenan, terus menekankan pentingnya energi nuklir, dan juga menunjukkan permasalahan dari kebijakan Taiwan Bebas Nuklir yang diusung oleh Partai DPP.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Peng Chi-ming, menyampaikan bahwa sebenarnya ia dan Tung Tzu-hsien adalah teman baik, dan mereka berdua sering berkomunikasi untuk membahas isu terkait.
Namun, Peng Chi-ming menekankan bahwa meskipun Presiden Lai Ching-te bersikap terbuka terhadap isu energi nuklir, tetapi pendiriannya sejauh ini belum berubah, sehingga ia juga akan menjalankan tugas administrasi terkait sesuai dengan hukum.
Peng Chi-ming mengatakan, "Presiden, misalnya, Beliau bersikap terbuka, tidak mengatakan harus bagaimana. Namun, kebijakan kami saat ini masih mengarah pada Taiwan Bebas Nuklir, jadi sebenarnya, jika dilihat dari sisi positifnya, Taiwan adalah masyarakat yang majemuk, Presiden juga mengizinkan berbagai suara untuk didengar, tetapi sejauh ini, Presiden belum mengubah pendiriannya tentang bagaimana energi akan diarahkan. Namun, diskusi terbuka semacam ini, kepedulian terhadap energi, sangat kami sambut di Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi, kami sendiri tidak memiliki keharusan tertentu, selama itu baik untuk Taiwan, berbagai cara atau energi generasi baru di masa depan dapat dipertimbangkan. Namun, saya adalah Menteri Lingkungan Hidup, saya tetap akan mematuhi Undang-Undang Dasar Lingkungan dan Taiwan Bebas Nuklir dalam menjalankan tugas ini."
Mengenai kemungkinan partai oposisi menggunakan keunggulan jumlah mereka untuk meloloskan RUU perpanjangan PLTN, Peng Chi-ming memaparkan bahwa jika partai oposisi ingin memperpanjang usia PLTN, maka mereka harus mempertimbangkan bagaimana menangani limbah nuklir dan membangun konsensus dengan penduduk sekitar.
Adapun jika ada perubahan dalam undang-undang nasional, maka Kementerian Lingkungan Hidup tentu akan mematuhinya dan menjalankan tugas administrasi sesuai dengan hukum.