(Taiwan, ROC) – Jumlah siswa yang perlu menjalani ujian ulang untuk dapat masuk ke universitas meningkat? Menteri Pendidikan, Cheng Ying-yao (鄭英耀) dalam sebuah wawancara di depan Komite Pendidikan Yuan Legislatif pada hari ini (4/7) menyatakan bahwa karena jumlah penerimaan siswa universitas telah cukup, ditambah dengan bimbingan untuk siswa SMA memilih jurusan yang sesuai, serta pihak universitas yang menyediakan lebih banyak peluang lintas bidang, maka persentase siswa yang melakukan ujian ulang sebenarnya menurun.
Cheng Ying-yao (鄭英耀) mengemukakan, informasi mengenai semakin banyaknya para siswa yang melakukan ujian ulang tidak terlalu akurat. Setelah kurikulum tahun 2019 diterapkan, ujian masuk universitas diubah menjadi ujian per mata pelajaran. Dulu, persentase ujian ulang untuk dapat masuk ke universitas berada di sekitar 25%, tetapi setelah kurikulum tahun 2019 diterapkan telah menurun di kisaran 13-14%.
Cheng Ying-yao (鄭英耀) menjelaskan bahwa kuota penerimaan siswa universitas telah cukup, sehingga lebih banyak siswa SMA dan kejuruan dapat masuk universitas dengan lancar. Kurikulum tahun 2019 juga mendorong siswa untuk mengembangkan bakat sesuai minat mereka dan memilih jurusan universitas yang tepat. Selain itu, universitas menyediakan banyak kesempatan belajar lintas bidang untuk menghasilkan lebih banyak talenta hibrida yang menggabungkan humaniora dan teknologi. Untuk para pemuda dan generasi baru, pihak universitas juga menyediakan lingkungan belajar yang lebih kaya akan berbagai kemungkinan perkembangan. Proporsi siswa yang perlu ujian ulang sebenarnya menurun, sedangkan proporsi siswa yang bukan lulusan baru yang mengikuti ujian kemampuan akademik berada di sekitar angka 10-13%.