(Taiwan, ROC) --- Di tengah cuaca terik dengan suhu mencapai lebih dari 35C, tidak hanya toko es krim yang dipenuhi pengunjung. Beberapa restoran tua yang terkenal dengan hidangan panasnya juga tak kalah ramai.
Di Distrik Ximending, ada sebuah toko yang menjual misoa yang selalu dipadati antrean panjang, meskipun tidak menyediakan tempat duduk dan pendingin ruangan.
Hal serupa juga terlihat di area sibuk Dihua Street, di mana sebuah restoran tua yang khusus menyajikan sup bihun juga tak pernah sepi pengunjung meskipun tidak dilengkapi pendingin ruangan.
Para pelanggan rela menyantap semangkuk misoa panas yang baru matang sambil duduk di kursi umum atau bahkan berdiri.

Toko menjual misoa di Ximending tetap ramai, meski tidak menyediakan AC dan tempat duduk. 圖/EBC NEWS
Meskipun cuaca sangat panas, salah satu toko misoa terkenal di kawasan Ximending tetap ramai dikunjungi, meskipun toko bersangkutan tidak menyediakan tempat duduk dan pendingin ruangan.
"Toko ini cukup terkenal. Saya datang jauh-jauh dari luar kota untuk mencicipinya, lalu jalan-jalan," ujar seorang pelanggan.
Ada yang sengaja datang untuk sarapan, ada pula wisatawan yang tak ingin melewatkan kesempatan untuk menikmati semangkuk misoa meskipun di bawah terik matahari.
Banyak warga yang merasa heran, tetapi hal serupa juga terjadi di restoran lain yang tetap ramai diserbu pengunjung meskipun cuaca panas menyengat.
Salah satu toko sup bihun ikan marlin di area sibuk Dihua street hanya menyediakan kanopi di bagian depan untuk menghalau sinar matahari, sementara di bagian dalam tidak dilengkapi pendingin ruangan.
Hal tersebut tidak menyuruti semangat para pelanggan untuk tetap menyicipi semangkuk sup bihun, meski harus memilih untuk duduk di area terbuka. Setiap harinya, restoran ini tak pernah sepi pengunjung.
Toko menjual misoa di Ximending hampir setiap hari tidak pernah sepi dari pengunjung. Pengunjung bahkan rela duduk di luar untuk menyantap semangkuk misoa panas 圖/EBC NEWS
Ada yang mengenakan baju lengan panjang saat menyantapnya, ada pula yang sampai berkeringat. Kedai tua ini hanya menyediakan sup bihun sebagai hidangan utama, tanpa pilihan menu kering (tanpa kuah). Namun, para pelanggan tetap datang tepat waktu.
"Memang agak panas, tapi saya pikir sebentar lagi hujan, jadi saya bergegas datang," ujar seorang pelanggan.
"Tidak terlalu panas, karena ada kanopi," tambah pelanggan lainnya.
"Saat cuaca panas seperti ini, memang pengunjung tidak seramai biasanya," ungkap pemilik toko sup bihun
"(Sejak buka) Pengunjung datang silih berganti. Sekarang (pukul 10 pagi) sudah semakin panas, jadi pengunjung mulai berkurang," ujar sang pemilik.
Pemilik toko mengakui bahwa cuaca panas dan dingin memang memengaruhi omzet penjualan. Banyak kedai tua yang telah berdiri selama bertahun-tahun mempertahankan konsep ruang makan terbuka tanpa pendingin ruangan, bahkan beberapa di antaranya tidak memiliki kipas angin.
Namun, di tengah cuaca panas terik seperti ini, kedai-kedai tersebut tetap ramai dikunjungi, sehingga mengundang rasa penasaran banyak orang.