(Taiwan, ROC) – Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat (AS) sedang berlangsung dengan sengit, dan akan menggelar pemungutan suara pada tanggal 5 November mendatang. Dunia luar sangat memerhatikan bagaimana hasil pilpres AS akan memengaruhi situasi di Taiwan dan hubungan lintas selat. Legislator dari partai Kuomintang (KMT), Lo Ming-tsai (羅明才) saat menghadiri rapat interpelasi pada hari ini (2/7), mempertanyakan apakah Taiwan sudah melakukan persiapan dengan baik atau tidak. Saat menjawab pertanyaan tersebut, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengungkapkan harapannya agar pemilu AS dapat berjalan lancar, dan presiden terpilih AS ke depannya dapat mengambil peran perdamaian yang lebih besar, serta memberikan kontribusi bagi dunia.
PM Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan, 《外240702-04-1卓榮泰(男)30"》”AS adalah negara demokrasi yang matang dan maju, memiliki skala pemilu dalam negeri serta tingkat dan prosedur pemilunya sendiri. Kami sama-sama negara demokratis, tidak berharap adanya campur tangan dari negara lain dalam proses pemilihan kami. Oleh karena itu, kami berharap pilpres AS dapat berjalan dengan lancar, serta memilih presiden yang paling didukung oleh rakyat AS, dan mampu memainkan peran perdamaian yang lebih besar untuk kontribusi dunia, ini adalah harapan kami.”
Lo Ming-tsai (羅明才) pun kembali bertanya kepada PM Cho, apakah dirinya akan terus mendukung kemerdekaan Taiwan selama masa jabatannya. PM Cho mengemukakan, Republik Tiongkok adalah negara yang berdaulat dan mandiri, dan saat ini tengah mempertahankan status quo kedaulatan Republik Tiongkok, serta meraih perkembangan yang damai di wilayah Indo-Pasifik dan lintas selat, merupakan tugas terpenting saat ini. PM Cho mengatakan, ”Saya rasa, Taiwan saat ini harus berada dalam keadaan damai dan stabil, mengembangkan perekonomian, dan memberikan rasa aman kepada rakyat.”
Ketika membahas Presiden Lai Ching-te (賴清德) yang menyatakan akan menjadikan Taiwan sebagai pusat manajemen aset Asia, PM Cho menuturkan bahwa dirinya akan meminta Komisi Pengawas Keuangan (FSC) untuk menyusun evaluasi secara menyeluruh, serta mengusulkan langkah-langkah konkret. Dirinya berharap dalam kurun waktu dua bulan, rakyat Taiwan dapat melihat rencana terkait, serta arah, tujuan, dan jadwal untuk pengembangan di kemudian hari. Mengenai bagaimana cara yang paling efektif untuk menggunakan dana dari luar negeri yang kembali ke Taiwan, mereka akan mempertimbangkan untuk mengalokasikan dana tersebut ke dalam bidang kemanusiaan, meningkatkan infrastruktur Taiwan, pembangunan publik, atau perawatan jangka panjang.