History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Nenek di Nantou Menangis Mengaku Diancam Usai Protes Asap dan Bau Menyengat dari Toko Indonesia di Sebelah Rumah

  • 02 July, 2024
  • 尤繼富
Nenek di Nantou Menangis Mengaku Diancam Usai Protes Asap dan Bau Menyengat dari Toko Indonesia di Sebelah Rumah
Nenek di Nantou Menangis Mengaku Diancam Usai Protes Asap dan Bau Menyengat dari Toko Indonesia di Sebelah Rumah 圖/EBC NEWS

(Taiwan, ROC) --- Seorang pemilik toko kertas sembahyang di Caotun, Nantou, Taiwan, menuding toko yang menjual masakan ala Indonesia di sebelahnya yang terus-menerus mengeluarkan asap dan bau masakan hingga ke dalam rumahnya.

Meskipun telah memasang jendela kedap udara di dalam kamar, tetapi bau tersebut tetap masih tercium. Ia mengaku telah mencoba berkomunikasi dengan sang pemilik toko selama lebih dari tiga tahun, tetapi hal tersebut tidak berhasil.

Di lain pihak, pemilik toko Indonesia mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki peralatan penyaringan asap dan telah memenuhi peraturan Biro Perlindungan Lingkungan. Mereka juga menambahkan bahwa tidak mungkin memasak tanpa mengeluarkan bau.

檢舉印尼小吃店氣味重隔壁嬤淚訴被嗆「欠教訓嗎」|TVBS新聞‪@TVBSNEWS02‬ - YouTube

圖/TVBS NEWS

Sambil menangis tersedu-sedu, sang nenek yang adalah pemilik toko kertas sembahyang tersebut bahkan mengeluhkan ancaman yang diterimanya dari toko Indonesia di sebelahnya.

"Dia bertanya apakah saya butuh diberi pelajaran, apakah perlu mencari orang untuk memberi saya pelajaran. Saat akhir pekan, tempat itu penuh dengan orang. Jika mereka sampai menerobos masuk, bagaimana mungkin kami, dua orang tua, bisa melawan mereka?" ungkap sang nenek sambil tersedu-sedu.

"Asap dan panasnya keluar semua. Sekarang anginnya bertiup dari arah barat daya, jadi kami yang paling merasakannya," lanjut sang nenek.

Salah seorang tetangga lainnya juga menambahkan, "Saya tidak akan membahas baunya, yang jelas sangat buruk. Setiap kali mereka memasak, baunya pasti akan tercium."

Tepat di depan toko Indonesia yang dituduh tersebut, terdapat cerobong asap besar yang terpasang. Di atas kompor, terletak bahan-bahan makanan sedang dimasak, dan pemiliknya sibuk menyiapkan bumbu khas Indonesia.

Sang pemilik menekankan bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin untuk memasang peralatan penyaringan asap.

"Jika Anda masih merasa ada bau, kami bisa memperbaikinya kapan saja. Namun, jika Anda meminta saya untuk menghilangkan bau sepenuhnya, itu mungkin agak sulit," kata pemilik toko Indonesia tersebut.

 

圖/三立新聞

Di lain pihak, Yu Chien-chih (余建志), Kepala Divisi Penegakan Hukum Biro Perlindungan Lingkungan Kabupaten Nantou, mengatakan, "Mereka telah memasang peralatan pengolah asap untuk mengumpulkan debu, dan juga memasang ventilasi di saluran pembuangan. Staf kami telah memeriksanya dan tidak menemukan bau yang menyengat."

Karena makanan Indonesia umumnya menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah, rasanya cenderung kuat. Aroma ini mungkin disukai sebagian orang, tetapi kurang dicintai oleh sebagian yang lain.

Bau asap dan aroma makanan telah menyebabkan perselisihan antara kedua belah pihak di Nantou. Oleh karena itu, Biro Perlindungan Lingkungan mengatakan pihaknya akan meminta para ahli untuk datang dan memeriksa situasi tersebut, dengan harapan dapat menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Komentar

Terbarumore