History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Academia Sinica Gelar Pertemuan Sivitas Akademik ke-35, Presiden Lai Harapkan Masukan Akademisi untuk Memperkuat Penelitian Ilmiah Taiwan

  • 01 July, 2024
  • 陳志勇
Academia Sinica Gelar Pertemuan Sivitas Akademik ke-35, Presiden Lai Harapkan Masukan Akademisi untuk Memperkuat Penelitian Ilmiah Taiwan
Academia Sinica Gelar Pertemuan Sivitas Akademik ke-35, Presiden Lai Harapkan Masukan Akademisi untuk Memperkuat Penelitian Ilmiah Taiwan

(Taiwan, ROC) - Selama bertahun-tahun ini, Academia Sinica telah mengintegrasikan energi penelitian lintas generasi dalam membantu Taiwan mengatasi berbagai tantangan dan menjaga status keunggulan Taiwan di dunia. Kelak, para para sivitas akademik diharapkan dapat terus memberikan masukan kepada pemerintah dan memperkuat kemampuan penelitian ilmiah Taiwan.

Demikian diungkapkan Presiden Lai Ching-te (賴清德)  saat menyampaikan sambutan dalam upacara pembukaan "Pertemuan Sivitas Akademik ke-35" yang digelar Academia Sinica di Taipei pada hari Senin. 

Pertemuan lembaga penelitian ilmiah tertinggi di Taiwan itu dijadwalkan berlangsung empat hari dari tanggal 1 hingga tanggal 4, dan merupakan pertemuan fisik pertama pasca pandemi COVID-19. Peserta pembukaan selain Presiden Lai, juga mencakup mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁) dan mantan Presiden Academia Sinica Lee Yuan-tseh (李遠哲) serta Wong Chi-huei (翁啟惠).

Presiden Lai menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para akademisi dari seluruh dunia yang telah melakukan perjalanan kembali ke Taiwan untuk membahas arah penelitian dan pengembangan akademis Taiwan di masa depan, berharap agar para sivitas akademik terus memberikan masukan kepada pemerintah untuk memperkuat kemampuan penelitian ilmiah, mendorong pembangunan nasional dan berkontribusi pada komunitas internasional.

Kepala negara menekankan bahwa kemajuan Academia Sinica selama 70 tahun terakhir mewakili kemajuan Taiwan. Presiden mengatakan, "Dengan menggunakan visi penelitian berwawasan ke depan untuk menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan institusi akademik global, sehingga Taiwan dapat memiliki posisi di komunitas akademik internasional. Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas kepemimpinan Bapak Liao, serta upaya seluruh akademisi dan peneliti, yang telah memungkinkan Taiwan untuk mengimbangi dunia, atau bahkan selangkah lebih maju dari dunia."

Presiden juga menyebutkan bahwa selain krisis iklim, Taiwan juga menghadapi tantangan tren kecerdasan global. Dalam perkembangan Taiwan menjadi sebuah pulau kecerdasan artifisial (AI) di bawah kecenderungan tersebut, pemerintah akan mengusahakan untuk memastikan kelancaran akuisisi data besar untuk mendukung informasi bagi penelitian akademis.

Sementara dalam sambutannya, Presiden Academia Sinica James Liao (廖俊智) mengutarakan, selain mengeluarkan proposal kebijakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi net-zero Taiwan dua tahun lalu, Academia Sinica juga berhasil mengembangkan chip kuantum 5-bit pertama tahun ini dan mendirikan sebuah kantor promosi AI untuk merefleksikan dampak perkembangan kecerdasan buatan pada umat manusia.

Komentar

Terbarumore