(Taiwan, ROC) --- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Kaohsiung baru-baru ini menyelidiki kasus narkoba dan menemukan sebuah bangunan di Distrik Daliao yang biasanya kosong, tetapi setiap Jumat dan Sabtu malam, tempat itu akan berubah menjadi diskotik tanpa izin.
Diskotik tersebut terutama melayani pelanggan Vietnam, yang biasanya bisa menarik hampir seratus pekerja migran untuk datang.
Selain DJ yang memainkan musik elektronik untuk menyemarakkan suasana, ada juga staf diskotik yang menjual narkoba seperti ketamin dan katinona dalam bungkusan kopi.
Sebanyak 73 orang ditangkap di tempat kejadian, termasuk 9 warga Taiwan dan 64 warga Vietnam (termasuk 14 pekerja migran dengan status hilang kontak/ilegal).
Semua tersangka diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung dengan tuduhan telah melanggar Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkoba.
Puluhan warga Vietnam diamankan oleh satuan keamanan setelah kedapatan melakukan pesta narkoba di dalam diskotik ilegal 圖/:高雄市刑大/提供
Divisi Investigasi Kriminal Kota menyatakan bahwa tim khusus telah memantau dan mengumpulkan bukti selama beberapa hari, dan ketika saatnya tiba, mereka mengajukan surat perintah penggeledahan (penangkapan) yang dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik (Kejaksaan) Kaohsiung, Taiwan.
Aparat keamanan menggerebek tempat itu dari berbagai arah, menyerbu dengan cepat saat para pekerja migran dalam keadaan mabuk. Tidak butuh waktu lama bagi tim kepolisian untuk menguasai lantai dansa.
Di loker dan gudang diskotik, mereka menyita 13 bungkus amfetamin kelas dua, 1 bungkus ganja kelas dua, 45 bungkus ketamin kelas tiga, 900 bungkus kopi yang di dalamnya adalah narkoba, 7 unit ponsel, dan uang tunai sebesar NT$1,73 juta.
Barang bukti yang diamankan oleh aparat kepolisian. 圖/:高雄市刑大/提供
Kepala Tim Reserse Kriminal Kota Kaohsiung, Yan Chih-hao (鄢志豪), menunjukkan bahwa tempat-tempat hiburan yang sering dikunjungi oleh pekerja migran asing seringkali bersifat eksklusif dan tertutup, sehingga jarang dikunjungi oleh warga Taiwan. Seiring waktu, tempat-tempat ini menjadi wilayah kekuasaan mereka sendiri dan menimbulkan masalah keamanan.
Jika menghadapi bahaya narkoba di lingkungan tempat tinggal mereka, maka masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya. Satuan Reserse Kriminal Kota akan terus meningkatkan upaya penyelidikan dan penindakan terhadap penjualan narkoba dan tempat-tempat di mana narkoba digunakan secara massal.