(Taiwan, ROC) --- Hot Star Large Fried Chicken (豪大大雞排), adalah salah satu toko penjaja makanan ala Taiwan yang sangat ternama. Salah satu menu andalan mereka adalah ayam goreng ala Taiwan yang ukurannya cukup besar.
Toko ini telah berdiri selama lebih dari 20 tahun, dan di masa kejayaannya, pernah memiliki 5.060 cabang di seluruh Taiwan. Tidak disangka, mereka menutup cabang Ximending yang selama ini ramai oleh pengunjung, tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dilansir dari media EBC News, pemilik franchise bermarga Huang (黃姓) memutuskan untuk tutup karena usianya yang sudah lanjut. Ia harus mengurus anak-anak yang masih kecil, serta merasa kewalahan, apalagi ditambah dengan harga sewa toko yang tinggi dan kesulitan mencari karyawan.

圖/聯合報
Kantor pusat Hot Star Large Fried Chicken menyatakan bahwa salah satu pemilik franchise mereka, yakni Huang, telah bergabung sejak 20 tahun lalu. Awalnya mereka membuka toko di Tamsui, kemudian pindah ke area strategis di Ximending.
Dan seiring dengan semakin banyaknya toko yang menjual menu serupa di Ximending, membuat bisnis mereka tidak seramai dulu.
Diketahui bahwa Huang dan istrinya berusia mendekati 60 tahun. Di samping itu, anak-anak mereka juga masih kecil. Selain sibuk dengan bisnis toko, keduanya juga harus mengurus anak-anak mereka.
Pasangan ini bergantian bolak-balik antara toko dan rumah, membuat hari-hari penuh kesibukan tiada habisnya.
Belum lagi dengan persoalan sulitnya merekrut karyawan. Meskipun pemilik franchise menawarkan gaji bulanan sebesar NT$40.000 hingga NT$50.000, tetapi tetap saja tidak ada yang mau datang bekerja.
Kantor pusat Hot Star Large Fried Chicken menyampaikan bahwa pada akhirnya pasangan tersebut-lah yang harus turun tangan sendiri.
Dan karena usia mereka yang sudah lanjut, membuat berdiri dalam waktu lama sangat membebani fisik mereka.
Kantor pusat Hot Star Large Fried Chicken juga mengatakan bahwa selain sewa toko yang mahal, biaya operasional juga kian tinggi, dikarenakan peningkatan terhadap perangkat keras dan lunak di dalam toko. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan keuntungan menjadi semakin tipis.