(Taiwan, ROC) --- Bus baru yang dibeli di Keelung telah menarik perhatian publik karena letak dari bel tanda berhenti diletakkan di langit-langit di dalam bus. Publik pun mempertanyakan bagaimana cara menekannya.
Namun, sebenarnya bus-bus ini dulunya adalah bus kota Taipei dan sudah dilengkapi dengan bel tersebut saat dibeli dalam keadaan bekas.
Berdasarkan pengukuran, memang sulit bagi orang dengan tinggi 160 cm untuk menjangkaunya. Namun, pihak pengelola bus menjelaskan bahwa terdapat banyak tombol stop di dalam bus, dan tombol di langit-langit tersebut hanyalah pilihan tambahan bagi penumpang.

圖/自由時報
Wakil Kepala Unit Bus, Yang Hui-ling (楊惠鈴), menjelaskan, "Tipe bus yang dibeli ini sebenarnya juga dilengkapi dengan bel stop di kedua sisinya, karena terkadang saat jam sibuk dan bus penuh sesak, penumpang kesulitan untuk menjangkaunya."
Untuk mengantisipasi situasi saat penumpang kesulitan menekan bel stop di sisi bus karena kepadatan penumpang, maka bel tambahan dipasang di langit-langit. Hanya saja, tampaknya ada batasan tinggi badan untuk menggunakannya.
Bagi orang yang tinggi, hal ini mungkin bukan masalah besar, tetapi untuk orang dengan tinggi badan rata-rata, menjangkau bel di langit-langit bukanlah perkara mudah.
圖/YAHOOTAIWAN
Pihak pengelola bus kembali menegaskan bahwa selain di langit-langit, bel stop juga tersedia di dekat jendela dan pegangan tangan di dalam bus.
Bel di langit-langit tersebut hanyalah pilihan tambahan bagi penumpang. Memang, terkadang saat bus penuh sesak, penumpang yang hendak turun di halte berikutnya kesulitan untuk menjangkau bel karena terhalang penumpang lain, sehingga harus meminta tolong.
Daripada membuat penumpang harus bersusah payah meminta tolong, lebih baik menyediakan lebih banyak pilihan bel untuk mereka. Namun, kepraktisan bel di langit-langit bus ini malah memicu perdebatan.