History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Masih Ada Tes Antigen di Rumah? Kasus COVID-19 di Taiwan Meningkat, Pakar Sarankan Golongan Ini untuk Lakukan Tes 2 Kali dalam 5 Hari.

  • 30 June, 2024
  • 尤繼富
Masih Ada Tes Antigen di Rumah? Kasus COVID-19 di Taiwan Meningkat, Pakar Sarankan Golongan Ini untuk Lakukan Tes 2 Kali dalam 5 Hari.
Masih Ada Tes Antigen di Rumah? Kasus COVID-19 di Taiwan Meningkat, Pakar Sarankan Golongan Ini untuk Lakukan Tes 2 Kali dalam 5 Hari. 圖/LINETODAY

(Taiwan, ROC) --- Kasus COVID-19 di Taiwan menghangat kembali. Sekretaris Jenderal The Infectious Diseases Society of Taiwan (IDSROC), Wang Jen-tay (王振泰), mengatakan bahwa virus korona mungkin belum berlalu untuk sebagian orang.

Kelompok berisiko tinggi dengan gejala pernapasan disarankan untuk melakukan dua kali rapid test dalam waktu 5 hari, karena beberapa hari sebelum timbulnya gejala, hasil tes mungkin akan negatif.

Anggota Yuan Legislatif dari Partai Kuomintang (KMT), Chen Ching-hui (陳菁徽), dan Komite Kesejahteraan Sosial Yuan Legislatif mengadakan audiensi publik tentang "Tinjauan Umum Kebijakan Pencegahan Epidemi COVID-19 Pascapandemi", dengan mengundang lembaga administrasi, cendekiawan dan pakar, serta kelompok pasien untuk hadir.

3/1起實施快篩實名制第11輪幼兒長者免費快篩至2/28截止

圖/CNA

Pakar pencegahan epidemi, Ho Mei-Shang (何美鄉), menunjukkan bahwa epidemi sekarang telah memasuki periode antara dua pandemi besar. Mekanisme operasi "One Health" harus dibentuk untuk memperkuat deteksi, diagnosis, dan pengendalian epidemi, dengan tujuan mencapai konsensus keseluruhan tentang kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem.

Profesor Chen Hsiu-hsi (陳秀熙) dari National Taiwan University College of Public Health mengatakan bahwa sistem pencegahan epidemi cerdas pascapandemi mencakup tiga aspek utama, meliputi keamanan manusia, keamanan nasional, dan entitas politik.

Sekretaris Jenderal IDSROC, Wang Jen-tay, mengatakan bahwa virus korona mungkin belum berlalu untuk sebagian orang. Di era hidup berdampingan dengan COVID-19, kebanyakan orang telah menerima tiga dosis vaksin, dengan tingkat kematian keseluruhan sekitar satu per seribu.

Namun, dengan munculnya varian virus baru, kelompok berisiko tinggi seperti orang berusia di atas 60 tahun, orang dengan penyakit kronis, wanita hamil, dan kelompok rentan harus mendapatkan perawatan yang lebih ditingkatkan.

Wang Jen-tay menyarankan bahwa kelompok berisiko tinggi dengan gejala pernapasan harus melakukan dua kali rapid test dalam waktu 5 hari, karena hasil rapid test mungkin akan negatif pada hari-hari awal penyakit.

Wang Fu-der (王復德), Ketua Infection Control Society of Taiwan (ICST), menunjukkan bahwa meskipun Taiwan bukan anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tetapi Taiwan tidak dapat mengabaikannya.

新冠疫情升溫醫院抗藥菌風暴憂重演| 新冠疫情升溫| 生活| 聯合新聞網

圖/聯合報

Mengingat jumlah kematian akibat COVID-19 di Taiwan pada paruh pertama tahun ini masih lebih tinggi daripada jumlah kematian akibat influenza, maka Taiwan dapat merujuk pada pengalaman internasional untuk menetapkan kebijakan cadangan persediaan pencegahan epidemi.

Taiwan juga dapat meniru pelacak data virus korona milik CDC AS untuk melacak rawat inap, kunjungan UGD, kematian, cakupan vaksin, efektivitas vaksin, deteksi varian domestik dan asing, dan COVID-19 jangka panjang.

Hong Kong, misalnya, juga menerbitkan informasi pemantauan terperinci setiap minggu.

Chen Ching-hui, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Kesejahteraan Sosial Yuan Legislatif, mengatakan bahwa pandemi saat ini tampaknya belum berakhir.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taiwan (MOHW) harus menetapkan SOP untuk akses cepat ke obat-obatan guna mengurangi jumlah pasien parah yang pergi ke rumah sakit, serta menghindari tekanan lebih lanjut pada sistem perawatan kesehatan yang sudah kekurangan tenaga kerja.

Di sisi lain, Yuan Eksekutif harus menyusun dana khusus pascapandemi untuk menghadapi berbagai situasi tanpa hadirnya pusat komando, dan secara teratur mempublikasikan data pemantauan epidemi COVID-19, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat dan Hong Kong.

Komentar

Terbarumore