(Taiwan, ROC) —- Baru-baru ini, kontroversi seputar kursi prioritas di transportasi umum terus berlanjut. Sebagian kecil orang mulai "membawa kursi prioritas sendiri".
Beberapa waktu lalu, seorang pria terlihat membawa kursi komputer ke dalam MRT. Foto-foto lucu itu tersebar luas dan membuat netizen tertawa dan menyebutnya "Raja Cerdas MRT".
Namun, MRT Taipei mengingatkan bahwa penumpang yang perilakunya dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan sistem MRT, atau menggangu operasi, atau membahayakan keselamatan, maka dapat ditolak untuk diangkut.
Seorang warganet mengunggah foto di grup Facebook "爆料公社二社baca: Bàoliào gōngshè èr shè" yang memperlihatkan seorang pria membawa kursi komputer ke dalam gerbong MRT dan duduk dengan nyaman di dekat pintu gerbong, satu tangan memegang pegangan dan tangan lainnya asyik bermain ponsel.
圖/爆料公社二社
Foto-foto itu pun membuat netizen yang melihatnya tertawa dan berkomentar, "Raja Cerdas MRT! Repot-repot bawa kursi ini hanya untuk duduk di MRT, niat sekali."
"Bagus, dengan begitu tidak akan ada yang menyuruhmu memberikan kursi prioritas! Dan kamu juga tidak akan dipukuli. Tidak akan ada lagi perselisihan kursi prioritas," tulis salah seorang netizen.
Menanggapi hal di atas, Perusahaan MRT Taipei mengingatkan, menilik "Peraturan Penumpang MRT Taipei" Pasal 8 Ayat 5, jika perilaku penumpang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan sistem MRT, menimbulkan gangguan operasi, atau membahayakan keselamatan, maka MRT Taipei berhak menolak untuk mengangkutnya.
Tergantung pada situasinya, staf stasiun dan kereta dapat bekerja sama dengan petugas kepolisian untuk memaksa atau mengawal penumpang tersebut untuk meninggalkan stasiun, kereta, atau area sistem MRT.
MRT Taipei juga mengimbau para penumpang, jika melihat penumpang lain melakukan perilaku yang tidak biasa, harap segera beri tahu staf stasiun.

圖/CNA
Jika berada di dalam kereta, Anda dapat memberi tahu masinis atau pusat kendali melalui interkom, atau menggunakan layanan pelanggan AI cerdas MRT Taipei untuk melaporkannya. Dengan demikian, MRT Taipei dapat segera mengirimkan personel untuk menangani situasi tersebut.
Selain itu, menurut "Undang-Undang MRT", penumpang diperbolehkan membawa kursi sebagai barang bawaan, tetapi jika kursi tersebut diletakkan di pintu masuk dan keluar stasiun, atau mesin tiket, yang menghalangi jalannya penumpang lain dan tidak diindahkan setelah diperingatkan, maka dapat dikenakan denda sebesar NT$1.500 hingga NT$7.500.