(Taiwan, ROC) --- Tahun ini, cuaca panas datang lebih awal. Menurut statistik terbaru dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taiwan (MOHW), hingga tanggal 23 Juni 2024, tercatat sudah ada 413 orang dilarikan ke rumah sakit karena sengatan hawa panas (heatstroke).
Dokter mengatakan, cuaca panas dan lembap di musim panas menyebabkan tubuh banyak berkeringat. Jika tidak segera diimbangi dengan minum air yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang pada akhirnya memengaruhi fungsi organ tubuh.
Bayi dan anak-anak berusia 0-3 tahun sangat rentan terhadap sengatan hawa panas karena pusat pengatur suhu tubuh mereka belum berkembang sempurna. Orang tua diminta harus lebih memperhatikan hal ini.
圖/YAHOO NEWS
Statistik terbaru dari MOHW menunjukkan bahwa pada bulan Juni tahun lalu, total ada 517 orang dilarikan ke rumah sakit karena sengatan hawa panas.
Hingga 23 Juni 2024, tercatat sudah ada 413 kasus. Direktur Unit Perawatan Intensif Anak di Rumah Sakit Tzu Chi Taipei, Chiu Hsin-hui (邱馨慧), mengatakan bahwa lingkungan yang panas dan lembap dapat menyebabkan penurunan fungsi pembuangan panas tubuh, yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh dan memicu sengatan hawa panas.
Sengatan hawa panas umumnya terjadi pada bayi, anak kecil, orang tua, orang dengan penyakit kronis atau penyakit sistem imun, atlet, dan pekerja lapangan.
Sengatan hawa panas berkembang dengan cepat, dengan tingkat keparahan yang semakin meningkat dari yang paling ringan hingga yang paling parah, yaitu kram panas, pingsan akibat panas, kelelahan akibat panas, dan heatstroke.
Gejalanya dimulai dari wajah memerah dan mulut kering. Jika tidak segera diatasi dengan minum air dan elektrolit yang cukup, maka dapat berkembang menjadi pusing, mual, penurunan jumlah urine, kejang, bahkan pingsan.
Saat anak mengalami gejala seperti keringat dingin, tangan dan kaki dingin, penurunan kesadaran, dan peningkatan detak jantung, mereka telah memasuki kondisi kelelahan akibat panas.

圖/ETtoday
Chiu Hsin-hui menekankan bahwa kelelahan akibat panas dan heatstroke memiliki perbedaan yang tipis. Ciri khas kelelahan akibat panas adalah tubuh yang terasa panas saat disentuh, tetapi tangan dan kaki terasa dingin dan lembap, dengan suhu tubuh biasanya di bawah 40C.
Sedangkan pada heatstroke, kulit akan tampak merah dan kering, dengan suhu tubuh biasanya di atas 40C. Tingkat kematian akibat heat stroke mencapai 3 hingga 8 persen, sehingga kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.
Chiu Hsin-hui mengingatkan bahwa pencegahan lebih penting daripada pengobatan. Untuk mencegah sengatan hawa panas, pastikan untuk mengenakan pakaian yang ringan, berwarna terang, bernapas, dan longgar saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
Gunakan tabir surya, topi, atau payung untuk perlindungan matahari, dan tetap mengonsumsi air yang cukup.