(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, isu kursi prioritas kembali memicu perdebatan di tengah masyarakat Taiwan. Pada Minggu kemarin (23/6), seorang pengguna internet ketika menaiki MRT Taipei, ia melihat ada seorang kakek dan nenek membawa bangku kayu sendiri untuk diduduki.
Pemandangan unik ini menarik perhatian lebih dari 60 ribu pengguna internet, yang berkomentar sambil tertawa, "Mereka hanya kurang secangkir kopi."
Mengenai hal ini, MRT Taipei menanggapi bahwa jika perilaku penumpang menyebabkan kerusakan pada peralatan sistem MRT, gangguan operasi, atau potensi bahaya, maka pihak perusahaan berhak menolak untuk mengangkut mereka.
Pihak MRT mengimbau jika melihat perilaku penumpang lain yang tidak biasa, maka harap segera beri tahu staf stasiun.
圖/TVBS News
Pengguna internet yang mengunggah foto tersebut di Threads melampirkan dua foto. Terlihat saat dia menaiki MRT Jalur Tamsui-Xinyi, dua orang tua, laki-laki dan perempuan, duduk di atas bangku kayu yang mereka bawa sendiri.
Hal ini membuat pengguna internet tersebut tidak bisa menahan tawa, "Aku hanya tahu, saat itu aku menahan tawa di MRT."
Unggahan tersebut telah disukai oleh 66 ribu orang dan dibagikan oleh lebih dari 6 ribu orang.
Salah seorang netizen kemudian berkomentar, "Kalau naik Jalur Tamsui, sudah seperti kereta wisata, hanya kurang kopi saja."
"Wah! Luar biasa! Bawa kursi prioritas sendiri. Buat apa ada kursi prioritas, kalau mau duduk, bawa sendiri saja bangkunya! Tidak perlu merepotkan orang lain," tulis salah seorang netizen.
Namun, membawa kursi ke dalam MRT juga perlu memperhatikan peraturan yang berlaku. Berdasarkan "Peraturan MRT", penumpang dipersilakan kursi yang akan dianggap sebagai barang bawaan.
Jika kursi diletakkan di pintu masuk dan keluar stasiun, mesin tiket, dan tempat lain yang menghalangi jalannya penumpang lain, dan setelah diperingatkan tidak diindahkan, maka dapat dikenakan denda sebesar NT$1.500 hingga NT$7.500.

圖/三立新聞
Pihak MRT Taipei menyampaikan bahwa sesuai dengan Pasal 8 Ayat 5 Peraturan Penumpang MRT, jika perilaku penumpang menyebabkan kerusakan pada peralatan sistem MRT, gangguan operasi, atau mendatangkan potensi bahaya, maka pihak MRT berhak menolak untuk mengangkut mereka.
Tergantung pada situasinya, staf stasiun dan kereta dapat bekerja sama dengan petugas kepolisian untuk memaksa atau mengawal penumpang yang dianggap mengganggu atau mendatangkan potensi bahaya untuk meninggalkan stasiun, kereta, atau area sistem MRT.
MRT Taipei juga mengimbau masyarakat, jika melihat perilaku penumpang lain yang tidak biasa, harap segera beri tahu staf stasiun.
Jika berada di dalam kereta, maka bisa beri tahu masinis atau pusat kendali melalui interkom, atau gunakan layanan pelanggan AI MRT Taipei untuk melaporkannya, sehingga pihak MRT dapat segera mengirimkan petugas untuk menangani situasi tersebut.