History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Korban Tewas di Mekah Melonjak Jadi 1.301, Jemaah Sampai Harus Melangkahi Jenazah

  • 24 June, 2024
  • 尤繼富
Jumlah Korban Tewas di Mekah Melonjak Jadi 1.301, Jemaah Sampai Harus Melangkahi Jenazah
Jumlah Korban Tewas di Mekah Melonjak Jadi 1.301, Jemaah Sampai Harus Melangkahi Jenazah 圖/BBC NEWS

(Taiwan, ROC) --- Ibadah haji tahunan di Mekah, Arab Saudi, telah menarik banyak umat Muslim dari seluruh dunia untuk berziarah. Namun, suhu tinggi yang terus-menerus dan dugaan kurangnya fasilitas yang memadai telah menyebabkan banyak jemaah mengalami sengatan hawa panas, bahkan dikabarkan terjadi kematian massal.

Jumlah korban jiwa di sepanjang rute haji telah melonjak menjadi 1.301 orang. Beberapa jemaah bahkan melaporkan bahwa melihat mayat tergeletak di sepanjang rute telah menjadi hal yang biasa, dan mereka terpaksa harus melangkahi mayat-mayat tersebut untuk melanjutkan perjalanan.

Mekah, kota suci bagi umat Islam, merupakan salah satu tujuan bagi banyak umat Muslim. Secara finansial dan fisik, umat Muslim diwajibkan untuk melakukan ibadah haji setidaknya sekali seumur hidup, jika memiliki kemampuan, baik secara fisik maupun ekonomi.

Banyak juga yang menabung sepanjang hidup mereka hanya untuk dapat melakukan perjalanan suci ini di usia senja.

圖/CTWANT NEWS

Tahun ini, Mekah dilanda gelombang panas ekstrem, dengan suhu yang secara signifikan lebih tinggi (panas) dari suhu rata-rata. Suhu bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 51,67C.

Media CNN mewartakan bahwa pemerintah Arab Saudi sebelumnya merilis data yang menyatakan bahwa 1.301 orang telah meninggal dunia karena suhu panas ekstrem di sepanjang rute haji, dan 83% di antaranya adalah jemaah "tidak resmi" (tidak disertai visa haji sesuai ketentuan).

Istilah "tidak resmi" mengacu pada apakah jemaah haji memegang "visa haji" yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. Secara teori, menurut peraturan pemerintah Saudi, jemaah harus memegang "visa haji" yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi untuk dapat melakukan haji pada periode tanggal 23 Mei 2024 hingga 21 Juni 2024.

Namun dalam praktiknya, masih banyak jemaah yang tidak melalui jalur resmi untuk mencapai Mekah. Hal ini menyebabkan kurangnya sumber daya resmi dan kesulitan dalam melacak jumlah jemaah.

Namun, selain masalah jemaah tidak resmi, kesiapan pemerintah Arab Saudi pada tahun ini tampaknya juga kurang memadai.

聖城麥加氣溫飆破攝氏50度逾550名朝聖客被熱死| 國際焦點| 國際| 經濟日報

圖/經濟日報

Sebelumnya, dilaporkan bahwa banyak menara pendingin di sepanjang rute tidak berfungsi karena kehabisan air, dan beberapa area istirahat jemaah bahkan tidak memiliki AC. Kondisi ini membuat banyak jemaah yang telah mendapatkan visa merasa sangat kesulitan.

Seorang jemaah mengatakan bahwa perjalanan haji, yang seharusnya menjadi pengalaman spiritual, telah berubah menjadi mimpi buruk karena kekurangan pasokan dan gelombang panas yang ekstrem.

Ia menggambarkan orang-orang pingsan di mana-mana, dan para jemaah lainnya harus melangkah melewati mayat-mayat dengan tatapan kosong.

Meningkatnya jumlah kematian, terutama di kalangan jemaah tidak resmi, telah mendorong pemerintah berbagai negara untuk mengambil tindakan tegas terhadap agen perjalanan yang menyelenggarakan perjalanan haji ilegal.

麥加朝覲屍體堆滿車!埃及658人死亡政府急成立危機小組| ETtoday國際新聞| ETtoday新聞雲

圖/ETTODAY

Pemerintah Yordania, misalnya, telah menahan beberapa agen perjalanan yang menawarkan paket haji tidak resmi pada tanggal 21 Juni 2024. Pemerintah Mesir juga mencabut izin operasi 16 agen perjalanan yang diduga terlibat dalam kegiatan haji ilegal.

Meskipun angka resmi menyebutkan bahwa ada sekitar 31 jemaah Mesir meninggal dunia, tetapi beberapa media melaporkan bahwa jumlah sebenarnya mungkin mencapai 500 hingga 600 orang.

Sebuah laporan bahkan menunjukkan bahwa karena banyak jemaah tidak mampu membayar "visa haji" yang bernilai ribuan dolar, maka mereka terpaksa mengambil risiko dengan melakukan perjalanan melalui agen ilegal, yang seringkali melibatkan perjalanan berbahaya melintasi padang pasir tanpa akomodasi yang layak, membuat mereka harus terpapar suhu yang sangat tinggi untuk waktu yang lama.

Komentar

Terbarumore