(Taiwan, ROC) --- Seiring datangnya musim panas yang terik, sinar matahari yang menyengat terasa begitu kuat. Cuaca yang panas membuat orang ingin segera pulang ke rumah dan menyalakan pendingin ruangan untuk mencari kesejukan.
Namun, seorang pengguna internet bertanya-tanya perihal bagaimana generasi orang tua dahulu kala melewati musim panas yang terik tanpa pendingin ruangan?
Postingan tersebut pun memicu diskusi hangat di kalangan netizen.

圖/YAHOOTAIWAN
Baru-baru ini, melalui platform media sosial PTT, seorang Warganet membuat postingan berjudul "Bagaimana Kakek dan Nenek Kita Bisa Tahan Tanpa AC di Zaman Dulu?"
Ia menulis bahwa dulu AC belum umum digunakan, dan penasaran bagaimana orang di zaman itu bisa melewati musim panas yang panas tanpa AC.
"Bagaimana mereka bisa tahan? Ada yang tahu?" tanya sang Warganet.
Setelah postingan itu tersebar, beberapa netizen menunjukkan poin kuncinya. Mereka menyampaikan bahwa suhu musim panas di zaman tersebut tidak setinggi sekarang.
"Dulu tidak sepanas ini!! AC pun tidak perlu dinyalakan selama setengah tahun. 30 tahun yang lalu, suhu di musim panas sekitar 26C-29C, malam harinya semua orang bisa bersantai di depan rumah," tulis salah seorang netizen.
"Dulu kipas angin sudah cukup. Dulu tidak sepanas ini. 15 tahun yang lalu, kita masih bisa melewati musim panas dengan kipas angin," tambah netizen lainnya.
圖/YAHOOTAIWAN
Ada juga yang berpendapat bahwa ini sebenarnya bukan masalah suhu, melainkan karena generasi lebih tua memiliki sifat yang lebih hemat.
"Generasi yang lebih tua sangat hemat. Rumah nenek saya punya AC, tapi mereka tidak pernah menyalakannya. Biaya listrik AC sama seperti naik taksi, para orang tua menganggapnya sebagai pemborosan," terang netizen berikutnya.