History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Suhu Ekstrem 51C di Mekah Menewaskan Lebih dari Seribu Jemaah Haji, Lebih dari Setengahnya Tidak Terdaftar Secara Resmi, Pemerintah dari Berbagai Negara Segera Investigasi

  • 23 June, 2024
  • 尤繼富
Suhu Ekstrem 51C di Mekah Menewaskan Lebih dari Seribu Jemaah Haji, Lebih dari Setengahnya Tidak Terdaftar Secara Resmi, Pemerintah dari Berbagai Negara Segera Investigasi
圖/達志/美聯社

(Taiwan, ROC) --- Mekah, kota suci umat Islam di Arab Saudi, adalah kawasan yang menarik banyak umat dari seluruh dunia untuk berziarah.

Namun, dengan suhu yang mencapai 51C, diberitakan ada lebih dari seribu jemaah dilaporkan menderita sengatan hawa panas dan meninggal dunia. 

Karena hampir setengah dari jemaah haji tidak memiliki "visa haji" resmi dari pemerintah Arab Saudi, membuat jumlah pasti dari para korban masih simpang siur.

Pemerintah dari berbagai negara sedang berupaya untuk menyelidiki situasi ini.

(圖/達志/美聯社)

圖/達志/美聯社

Pemerintah Arab Saudi, yang mengawasi pelaksanaan haji tahun ini, telah menyatakan bahwa semua jemaah harus memiliki "visa haji" resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat untuk dapat menunaikan ibadah haji untuk periode tanggal 23 Mei 2024 hingga 21 Juni 2024.

Namun, pada kenyataannya, banyak jemaah yang melakukan perjalanan ke Mekah tanpa melalui jalur resmi. 

Menurut laporan media, berdasarkan data dari berbagai pemerintah, sejauh ini tercatat 14 warga Malaysia, lebih dari 200 warga Indonesia, 68 warga Yordania, 58 warga Pakistan, 35 warga Tunisia, 11 warga Iran, 658 warga Mesir, dan 98 warga India meninggal dunia, dengan total mencapai setidaknya 1.142 orang.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga melaporkan bahwa 16 warganya masih hilang. 

Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut menjadi faktor utama tragedi ini. Meskipun pemerintah Arab Saudi telah menyediakan posko pendingin dan fasilitas lain di sepanjang rute haji untuk membantu jemaah mengatasi cuaca panas, tetapi tetap saja banyak yang menjadi korban.

Namun, karena banyak jemaah yang menggunakan jalur tidak resmi dan tidak memiliki visa haji, mereka tidak dapat mengakses fasilitas pendingin yang disediakan di sepanjang rute haji.

Hal ini mengakibatkan banyak jemaah harus merenggang nyawa meninggal dunia akibat sengatan hawa panas dan kelelahan akibat suhu tinggi. 

聖城麥加禁寺內的克爾白,也是不少信徒朝聖的目的地。(圖/達志/美聯社)

圖/達志/美聯社

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa suhu tinggi selama musim haji di Mekah bukanlah hal yang baru, dengan catatan yang ada sejak tahun 1400-an.

Namun, pemanasan global telah memperburuk situasi dalam beberapa tahun terakhir, membuat iklim di sana semakin panas.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa dengan kenaikan suhu global sebesar 1,5C dibandingkan masa pra-industri, maka risiko yang dihadapi jemaah haji selama perjalanan mereka meningkat hingga lima kali lipat. 

Selain itu, kepadatan jemaah dan kurangnya fasilitas yang memadai juga menjadi faktor utama tragedi ini.

Pemerintah Arab Saudi mengandalkan "visa haji" untuk memperkirakan jumlah jemaah, tetapi banyak yang datang tanpa visa.

Jumlah jemaah yang mendapatkan "visa haji" secara resmi juga melebihi perkiraan, sehingga pemerintah setempat kekurangan persiapan dalam hal penyediaan fasilitas pendingin dan tenda. 

Beberapa jemaah bahkan melaporkan bahwa tenda tempat mereka menginap tidak memiliki AC, dan sebagian besar pendingin air yang mereka temui di sepanjang rute kosong.

Karena banyaknya agen perjalanan yang menawarkan paket haji tidak resmi, membuat pemerintah Yordania pada 21 Juni 2024 mengumumkan telah menahan sejumlah agen perjalanan yang terlibat dalam praktik tersebut.

Pemerintah Mesir juga dilaporkan sedang melakukan penyelidikan serupa.

Komentar

Terbarumore