(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) dalam sebuah acara di hari ini (21/6) menunjukkan bahwa Taiwan telah menjadi ekonomi ke-21 terbesar di dunia dan pasar saham Taiwan telah melampai Jerman, tapi yang paling penting, Taiwan memiliki waktu, lokasi, orang, dan kesempatan yang tepat. Selama semuanya bersatu, memiliki kepercayaan diri terhadap Taiwan, dan terus bekerja keras, pengembangan ekonomi di masa depan tentunya akan lebih baik. Presiden Lai juga menekankan bahwa berjuang untuk ekonomi merupakan prioritas kebijakan dari mantan presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan juga kebijakan paling penting dari pemerintah baru. Ia berharap agar semua orang dapat bekerja sama untuk menyambut masa depan era yang baru.
Presiden Lai Ching-te berpartisipasi dalam acara perayaan HUT sebuah majalah pada 21 Juni dan menjabat sebagai pembawa penghargaan. Dalam pidatonya, ia menunjukkan bahwa Taiwan telah melalui naik dan turun dan harus bersiap untuk masa depan yang lebih baik. Secara khusus, PDB Taiwan telah tumbuh dari NT$17 triliun menjadi NT$23 triliun, menjadikannya negara dengan perekonomian terbesar ke-21 di dunia dan volume perdagangan terbesar kesembilan di dunia, nilai pasar saham Taiwan bahkan lebih baik dibandingkan Jerman.
Presiden Lai menyampaikan, bahwa yang terpenting, pembangunan masa depan untuk ekonomi dan industri Taiwan akan lebih baik karena waktu, lokasi, orang, dan kesempatan yang tepat. Ia percaya bahwa selama semua orang bersatu, memiliki kepercayaan akan Taiwan dan terus bekerja keras, masa depan akan lebih baik.
Presiden Lai kemudian menjelaskan, bahwa ada 2 kesempatan utama untuk Taiwan, termasuk memungkinkan Taiwan yang demokratis untuk berada dalamposisi kunci di bawah perubahan geopolitik, memungkinkan Taiwan untuk mendapat tempat dalam reorganisasi rantai industri baru. Hal lain adalah era intelijen komprehensif yang memungkinkan Taiwan agar Taiwan dapat berkontribusi pada kemakmuran dunia dan mencapai kesuksesan Taiwan.
Ia juga menunjukkan bahwa terkait dengan kelebihan geografis, Taiwan yang demokratis berdiri di garis depan dari totalitarianisme. Komunitas internasional pun memberikan perhatian khusus terkait hal itu, khususnya dalam posisi kunci Taiwan dalam rantai pasokan global, termasuk semikonduktor, industri ICT, serta bidang-bidang tersembunyi.
Presiden Lai akhirnya menekankan bahwa perjuangan untuk ekonomi merupakan prioritas kebijakan dari mantan Presiden Tsai Ing-wen saat ia menjabat dan juga merupakan kebijakan paling penting dari pemerintahan yang baru. Ia berharap agar semua orang dapat bekerja sama untuk menyambut masa depan di era yang baru dan bekerja bersama bagi negeri, orang-orang, serta dunia baru.