(Taiwan, ROC) --- Dua petugas keamanan Kota Tainan, Chou Liang-wei (周良威) dan Chang Wen-jing (張文景), sedang berpatroli pada Senin malam tanggal 18 April 2024. Di dekat Jalan Xintai, Distrik Xinying, mereka melihat sebuah sepeda motor listrik berboncengan yang tidak menyalakan lampu depan.
Untuk mencegah bahaya, mereka segera menghentikan kendaraan tersebut untuk diperiksa dan menemukan bahwa pengemudi, yakni seorang pekerja migran asal Thailand berusia 26 tahun bermarga Di (迪姓) (bukan nama lengkap), memiliki bau alkohol yang cukup kuat.
Setelah dilakukan tes alkohol, kadar alkohol dalam darahnya tercatat sangat tinggi yaitu 0,69 miligram. Ia kemudian diserahkan ke kejaksaan untuk diproses hukum dengan tuduhan telah membahayakan publik.
圖/中華日報
Pekerja migran bermarga Di itu bekerja di sebuah pabrik di Distrik Xinying. Pada hari kejadian, setelah pulang kerja, ia minum-minum bersama teman-temannya di asrama pabrik, lalu mengendarai sepeda motor listrik dengan seorang pekerja migran lainnya untuk membeli makanan ringan.
Sayangnya, lampu depan sepeda motor listrik tidak dinyalakan saat mereka berkendara di jalan raya. Alhasil, ia ditemukan oleh Chou Liang-wei dan Chang Wen-jing yang sedang berpatroli.
Demi alasan keamanan, mereka pun mendekat untuk memberikan imbauan, dan saat itulah mereka menyadari bahwa pengemudi bermarga Di itu dalam keadaan mabuk.
Setelah dilakukan bimbingan dan komunikasi oleh pihak kepolisian, tes alkohol akhirnya dapat diselesaikan. Polisi juga segera menghubungi penerjemah untuk membantu, sehingga semua prosedur dapat diselesaikan dengan lancar. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kejaksaan untuk diselidiki dengan tuduhan membahayakan publik.
Kapten Satuan Polisi Keamanan Kota Tainan, Tsai Tzung-chang (蔡宗昌), menyatakan bahwa para petugas telah menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya.
Ketika menghadapi kasus yang melibatkan warga negara asing, mereka berkomunikasi dengan sabar dan memanfaatkan sumber daya penerjemahan dengan baik, sehingga prosedur penyelidikan dapat diselesaikan dengan lancar.
Pada saat yang sama, hak-hak hukum warga negara asing juga terlindungi, yang sepenuhnya menunjukkan profesionalisme petugas penegak hukum.

Di dekat Jalan Xintai, Distrik Xinying, aparat kepolisian melihat sebuah sepeda motor listrik berboncengan yang tidak menyalakan lampu depan. 圖/台南市商業會
Tsai Tzung-chang juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengemudi dalam keadaan mabuk.
Berdasarkan penelitian para akademisi dalam negeri, ketika kadar alkohol dalam darah mencapai 0,55 miligram, maka tingkat kecelakaan akan sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meneguk alkohol.
Ketika kadar alkohol dalam darah mencapai 0,85 miligram, maka tingkat kecelakaan bahkan mencapai lima puluh kali lipat.
Jika sepeda motor listrik dikendarai di jalan raya dan kadar alkohol dalam darah pengemudi melebihi 0,25, maka pengemudi tersebut juga akan dikenakan pasal pidana karena dianggap telah membahayakan publik.
Satuan Polisi Keamanan Kota Tainan akan terus menerapkan kebijakan "tidak ada toleransi untuk mengemudi dalam keadaan mabuk" yang diamanatkan oleh kepolisian kota, serta secara aktif melakukan patroli dan pemeriksaan secara mobile untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.