(Taiwan, ROC) --- Bisakah Anda bayangkan? Di usia muda, 20-an, sudah mengalami sakit maag. Saat ini banyak orang yang terlalu memperhatikan pola makan, bahkan ada yang memilih untuk tidak sarapan dan langsung minum segelas latte saat perut kosong. Setelah itu, mereka bergegas bekerja atau berada di lingkungan kerja yang penuh tekanan dan tegang, yang akhirnya menyebabkan sakit maag.
Dokter di Taiwan menyampaikan bahwa pasien dengan penyakit asam lambung (GERD) harus mengurangi konsumsi kopi. Untuk orang pada umumnya, disarankan untuk tidak minum lebih dari tiga cangkir kopi sehari karena dapat menyebabkan asam lambung naik dan juga dapat menyebabkan jantung berdebar atau sakit kepala.

圖/取自Unsplash
Banyak orang menganggap kalau latte lebih baik daripada Americano, padahal minum latte justru lebih berbahaya bagi kesehatan lambung. Dokter menunjukkan bahwa latte dan kopi sama-sama mengandung kafein yang dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.
Selain itu, protein dalam susu yang terkandung dalam latte akan memicu sekresi asam lambung. Oleh karena itu, disarankan untuk minum kopi setelah makan. Minum kopi saat perut kosong atau dalam keadaan tegang akan sangat berbahaya bagi lambung.
"Minum kopi sudah menjadi kebiasaan masyarakat modern. Menurut statistik, rata-rata orang Taiwan minum 122 cangkir kopi per tahun. Minum kopi memang memiliki beberapa manfaat, tetapi bagi mereka yang memiliki penyakit pencernaan, terutama GERD, minum kopi mungkin perlu sedikit diperhatikan," ujar wartawan medis senior, Chiang Chih-wei (蔣志偉).
"Tentu saja, yang terbaik adalah tidak minum kopi sama sekali. Tetapi jika Anda ingin minum kopi, jangan diminum saat perut kosong. Jika diminum saat perut kosong, penyerapan kafein akan lebih cepat dan stimulasi asam lambung akan lebih besar, sehingga gejalanya akan lebih jelas. Kedua, jika Anda ingin minum kopi, kopi hitam lebih baik daripada latte. Latte sebagian besar terdiri dari susu, dan susu adalah protein tinggi yang akan merangsang sekresi asam lambung. Jadi, jika Anda harus minum kopi, kopi hitam adalah pilihan terbaik," ujar Chao Chao-chin (趙昭欽), Direktur Kaohsiung Show Chwan Memorial Hospital.
圖/取自Unsplash
"Kopi kini telah menjadi minuman yang hampir selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak juga orang yang merasa tidak nyaman di perut setelah minum kopi. Oleh karena itu, di klinik gastroenterologi, pasien sering bertanya, 'Dokter, bolehkah saya minum kopi? Dan kopi jenis apa yang lebih baik?' Saya ingin berbagi dengan Anda semua bahwa kopi mengandung kafein, dan banyak orang memang merasa tidak nyaman setelah minum kopi," ujar Lee Wui-chiang (李偉強), Wakil Direktur Taipei Veterans General Hospital.
"Sebuah penelitian terhadap 7.931 orang yang dilakukan oleh Universitas Harvard di Amerika Serikat membuktikan bahwa minum kopi memang menyebabkan dan berhubungan dengan GERD. Kafein memiliki beberapa faktor penting. Pertama, kafein merangsang asam lambung. Kedua, kafein memengaruhi tidur. Jadi, pada umumnya kami berharap para lansia untuk tidak minum kopi setelah tengah hari," ujar Wu Deng-chyang (吳登強), Kaohsiung Medical University Gangshan Hospital.
"Selain pasien GERD yang harus mengurangi konsumsi kopi, orang pada umumnya disarankan untuk tidak minum lebih dari tiga cangkir kopi sehari, yaitu total kafein lebih dari 300 miligram. Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan asam lambung naik, tetapi juga dapat menyebabkan jantung berdebar atau sakit kepala," ujar Chiang Chih-wei.
"Jumlahnya harus dikontrol. Jumlah yang tepat akan membawa beberapa manfaat, tetapi kopi yang berlebihan akan menyebabkan gejala penyakit pencernaan dan juga dapat memperburuk asam lambung atau sakit maag," lanjut Chao Chao-chin.