(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, sering terjadi perselisihan tentang kursi prioritas di moda transportasi umum di Taiwan. Pada Selasa kemarin (18/6) sekitar pukul 13.00 siang, di MRT Taipei jalur Songshan-Xindian (hijau), yang tengah menuju Stasiun Chiang Kai-shek Memorial Hall, seorang pria tua meminta seorang pria muda yang duduk di kursi prioritas untuk memberikan kursinya.
Pria muda itu enggan memberikan kursinya, yang kemudian membuat pria tua bersangkutan langsung memarahinya tidak sopan dan bahkan memukulnya.
Hal ini kembali memicu perdebatan tentang "perlu atau tidak perlunya keberadaan kursi prioritas".
Menanggapi hal ini, salah satu dokter di Taiwan, Chiang Kuang-yu (姜冠宇), menyerukan penghapusan keberadaan kursi prioritas.
圖/NEWTALK
Seorang netizen membagikan di platform sosial Threads bahwa pada Selasa sore hari (18/6), saat naik MRT jalur Songshan-Xindian, dari Stasiun Guting menuju Stasiun Chiang Kai-shek Memorial Hall, seorang pria tua tidak puas dengan seorang penumpang pria muda yang duduk di kursi prioritas.
Pria tua tersebut juga menunjuk-nunjuk wajah penumpang pria itu dan memarahinya "tidak sopan" dan "bagaimana orang tuamu membesarkanmu".
Seorang penumpang wanita lainnya kemudian bersuara untuk menghentikan perilaku pria tua itu dan terus membela sang pria muda, dengan mengatakan, "Kamu tidak akan hidup lama lagi. Apakah kamu tidak malu?"
Alhasil, sang pria tua menjadi semakin marah dan berbalik untuk memarahi penumpang pria yang duduk di kursi prioritas, "Kamu masih berani duduk di sana dengan tenang."
Setelah memarahinya, pria tua tersebut juga melayangkan pukulan ke arah pemuda. Orang-orang di sekitar dengan cepat menarik dan menghentikannya, lalu memanggil petugas stasiun.

Seorang pria tua menunjuk-nunjuk wajah penumpang pria muda, lalu memarahinya "tidak sopan" dan "bagaimana orang tuamu membesarkanmu". 圖/NEWTALK
Polisi MRT menjelaskan, menurut penyelidikan, pria tua tersebut naik kereta dari Stasiun Gongguan dan hendak menuju Stasiun Chiang Kai-shek Memorial Hall.
Di dalam kereta, dia melihat seorang pria muda duduk di kursi prioritas sambil bermain ponsel. Dia memintanya untuk memberikan kursinya kepadanya karena dia sedang sakit. Pria muda itu lalu menjawab bahwa dia juga sedang sakit perut dan perlu untuk duduk, jadi dia tidak bisa memberikan kursinya. Setelah itu, keduanya pun kemudian terlibat perselisihan.
Belakangan ini, sering terjadi perselisihan tentang kursi prioritas di tengah masyarakat.
圖/MSN
Salah satu dokter di Taiwan, Chiang Kuang-yu, memposting di Facebook, menyatakan kesetujuannya agar keberadaan kursi prioritas ditiadakan.
"Jika masyarakat cukup beradab, maka kursi prioritas tidak akan diperlukan," terang Chiang Kuang-yu.
Chiang Kuang-yu juga mengkritisi sikap para tetua yang merasa bahwa kursi prioritas adalah milik mereka sepenuhnya. Padahal faktanya, kursi prioritas dapat diduduki oleh siapa saja yang benar-benar membutuhkan, tanpa melihat usia.
Beberapa netizen juga berbagi bahwa mereka pernah melihat para tetua bahkan sampai menggunakan payung untuk menyerang kaum muda yang duduk di kursi prioritas.