(Taiwan, ROC) --- Musim panas adalah waktu yang tepat untuk liburan keluarga. Namun, musim panas juga berarti peningkatan jumlah serangga. Dokter spesialis penyakit dalam, Dokter Ooi Hean (黃軒), mengingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap serangga saat menikmati liburan untuk melindungi diri dan keluarga dari gigitan.
Melalui unggahan di Facebook, Dokter Ooi Hean mengingatkan bahwa berpergian di alam terbuka saat musim panas dapat meningkatkan risiko digigit serangga. Ada 5 jenis serangga yang paling umum, dan dalam kasus yang parah, gigitannya dapat menyebabkan syok.
![]()
Nyamuk (mosquitoes) 圖/維基百科
5 Serangga yang Sering Dijumpai:
1. Nyamuk (mosquitoes): Dokter Ooi Hean menyebutkan bahwa saat cuaca memanas, nyamuk mulai berkembang biak. Gigitan nyamuk dapat menyebabkan kulit merah, bengkak, dan gatal, bahkan beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan perlindungan pribadi, ingatlah untuk mengenakan pakaian lengan panjang dan menggunakan losion anti-nyamuk.
2. Lasiohelea: Lebih kecil dari nyamuk, gigitan lasiohelea sering menyebabkan rasa gatal yang hebat, biasanya pada bagian kaki atau siku yang terbuka. Ingatlah untuk mengenakan pakaian yang sesuai dan gunakan produk anti-nyamuk saat beraktivitas di luar ruangan.
3. Kutu (flea): Gigitan kutu akan membentuk benjolan merah kecil yang menonjol di kulit, dan jika ada banyak gigitan, mereka akan membentuk garis lurus atau lingkaran. Ingatlah untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan dan rumah, serta jauhi rumput liar dan semak belukar.

Lasiohelea, Lebih kecil dari nyamuk, gigitan lasiohelea sering menyebabkan rasa gatal yang hebat, biasanya pada bagian kaki atau siku yang terbuka.
4. Tungau Burung (bird mites): Tungau burung biasanya menular melalui kontak dengan burung, dan gigitannya dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan gatal. Ingatlah untuk menghindari kontak dengan burung dan usahakan untuk membersihkan sarang burung.
5. Tungau Trombiculid (chigger): Gigitan tungau trombiculid dapat menyebabkan rasa gatal yang hebat dan dapat menyebabkan penyakit scrub typhus, dengan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, dll., dan dalam kasus yang parah, bahkan dapat menyebabkan syok. Saat beraktivitas di luar ruangan, ingatlah untuk mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, dan gunakan obat nyamuk untuk menghindari gigitan.

Gigitan tungau trombiculid dapat menyebabkan rasa gatal yang hebat dan dapat menyebabkan penyakit scrub typhus, dengan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, dll., dan dalam kasus yang parah, bahkan dapat menyebabkan syok.
Mengenai hal ini, situs web Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) juga menyebutkan bahwa penyakit scrub typhus disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi, yang memiliki distribusi geografis yang luas di seluruh dunia.
Di Taiwan, penyakit ini merupakan penyakit menular kategori keempat, dengan kasus yang terjadi sepanjang tahun. Jumlah kasus yang dilaporkan setiap tahunnya mulai meningkat dari bulan April hingga Mei, mencapai puncaknya pada bulan Juni hingga Juli, dan gelombang kedua terjadi pada bulan September hingga Oktober, dengan wilayah Hualien, Taitung, dan pulau-pulau terluar memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi.
Di Taiwan, vektor utama penyakit scrub typhus adalah tungau trombiculid. Larvanya sangat kecil, hampir tidak terlihat dengan mata telanjang, dan mereka hidup di rerumputan, menunggu untuk menempel pada hewan atau manusia yang lewat.

Gigitan kutu akan membentuk benjolan merah kecil yang menonjol di kulit, dan jika ada banyak gigitan, mereka akan membentuk garis lurus atau lingkaran.
Masa inkubasinya adalah 6 hingga 21 hari, biasanya 9 hingga 12 hari, dengan gejala seperti demam tinggi yang tiba-tiba dan terus-menerus, sakit kepala, nyeri punggung, menggigil, keringat malam, pembengkakan kelenjar getah bening, eschar yang tidak nyeri di tempat gigitan tungau, dan ruam makulopapular merah pada kulit setelah seminggu.
Kadang-kadang, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia atau disfungsi hati. Pada pasien yang tidak menerima pengobatan yang tepat, tingkat kematian dapat mencapai 60%.

Anda bisa menyemprotkan obat anti serangga yang mengandung DEET pada kulit yang terbuka, dan semprotkan obat anti serangga yang mengandung permetrin pada pakaian.
Dokter Ooi Hean mengingatkan 5 pedoman untuk menghindari gigitan serangga:
1. Hindari rumput dan semak belukar
Usahakan untuk tidak berlama-lama di area berumput atau semak belukar, terutama yang tidak terawat.
2. Kenakan pakaian yang tepat
Kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang, dan masukkan celana ke dalam kaus kaki untuk mengurangi kulit yang terpapar.
3. Gunakan obat anti serangga
Semprotkan obat anti serangga yang mengandung DEET pada kulit yang terbuka, dan semprotkan obat anti serangga yang mengandung permetrin pada pakaian.
4. Pilihan warna
Kenakan pakaian berwarna terang agar lebih mudah untuk menemukan serangga yang menempel.
5. Periksa tubuh
Setelah kembali dari luar ruangan, periksa tubuh dengan cermat, terutama area yang mudah terlewat seperti ketiak, selangkangan, dan pergelangan kaki.