(Taiwan, ROC) -- Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Negara G7 yang tahun ini memasuki tahun keempat, pada kesempatan ini bersama-sama menyuarakan dengan jelas pentingya kestabilan perdamaian Selat Taiwan, dan sekali lagi menekankan komitmennya atas landasan hukum dasar kebebasan terbuka di kawasan Indo Pasifik, sedangkan selain anggota G7, Uni Eropa, Selandia Baru dan negera-negara lainnya juga menyampaikan keprihatinannya atas isu Selat Taiwan. Kementerian Luar Negeri merasa, kestabilan perdamaian Selat Taiwan sudah menjadi kepentingan bersama dan mendapat perhatian besar dari dunia internasional, juga adalah bagian dari lingkaran yang tidak boleh kurang apalagi tidak ada dalam kebebasan terbuka dari kawasan Indo Pasifik, Taiwan akan berupaya bekerja sama mengandeng negara yang berkepahaman serupa untuk memperkuat landasan dasar ini
Dalam sidang KTT G7 Puglia Italia para pemimpin negara bersama-sama mengumumkan, menjaga kestabilan perdamaian Selat Taiwan merupakan hal yang perlu dilakukan demi keamanan dan kesejahteraan internasional, untuk itu mengimbau agar menyelesikan masalah antar selat dengan cara damai, serta mendukung Taiwan yang berkeinginan untuk dapat berpartisipasi dalam organisasi internasional. Ini tidak saja merupakan penegasan bersama dari sidang KTT G7 selama empat tahun berturut-turut menekankanpentingnya kestabilan perdamaian selat Taiwan, tetapi juga untuk pertama kali memberikan dukungan atas keinginan Taiwan untuk dapat bergabung dalam organisai Internasional.
Isu kawasan dan internasional menjadi isu yang diperhatikan terutama bagi negara yang berkaitan selama beberapa tahun terakhir ini, kebanyakan menaruh perhatian atas situasi Selat Taiwan, seperti contohnya untuk tahun ini, yaitu dialog terkait Indo Pasifik tiga pihak Amerika, Jepang dan Korea, dialog Tingkat Tinggi Amerika dan Uni Eropa terkait Indo Pasifik, juga diloloskannya resolusi “kebijakan luar negeri dan keamanan bersama” dan “kebijakan keamanan dan pertahanan bersama” oleh Kementerian Luar Negeri dan Komite Eropa serta lainnya yang memperlihatkan perhatian yang tinggi dari kestabilan perdamaian Selat Taiwan.
Dari posisi Kementerian Luar Negeri tentu sangat menyambut perhatian internasional akan situasi Selat Taiwan, dan menjadikannya sebagai hal positif dalam membantu perdamaian kawasan, sementara Taiwan yang juga bersikeras menjaga dan melindungi nilai demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia. Kemenlu kembali menegaskan, Taiwan sebagai bagian dari kawasan Indo Pasifi memilki peran penting dalam masyarakat internasional, untuk itu akan terus mengandeng dan bekerja sama dengan negara berkesepahaman serupa untuk memperkuat pilar bagi pelaksanaan demokrasi dunia, bersama-sama memeprtahankan kestabilan pedamaian kawasan Indo Pasifik dan global.