(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 17 Juni 2024, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) merilis statistik sepuluh besar penyebab kematian di Taiwan.
Jumlah kematian pada tahun 2023 mengalami penurunan sebanyak 2.863 jiwa dibandingkan tahun 2022, terutama karena penurunan kematian akibat COVID-19.
Namun, kanker (tumor ganas) masih menduduki peringkat pertama, mempertahankan posisinya sebagai penyebab kematian utama selama 42 tahun berturut-turut. Kanker paru-paru masih menduduki puncak daftar kanker selama 20 tahun terakhir.

圖/MOHW
MOHW mencatat 200.575 kematian pada tahun 2023, dengan angka kematian 880,7 per 100.000 penduduk. Sepuluh besar penyebab kematian pada tahun 2023 secara berurutan adalah kanker ganas, penyakit jantung, pneumonia, penyakit serebrovaskular, diabetes, COVID-19, penyakit hipertensi, kecelakaan, penyakit pernapasan kronis bagian bawah, dan penyakit ginjal.
Perlu dicatat bahwa COVID-19 turun dari peringkat ketiga pada tahun 2022 menjadi peringkat keenam pada tahun 2023, sementara penyakit lain kembali ke peringkat semula di mana sebelum wabah COVID-19 menerpa.
MOHW menyampaikan bahwa pada tahun 2023, terdapat 53.126 kematian akibat kanker, dengan proporsi 25,8% dari total kematian, yang mana 87% di antaranya terkonsentrasi pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Mengenai penyebab kematian akibat kanker, jenis kanker seperti kanker trakea, bronkus, dan paru-paru menempati urutan pertama, diikuti oleh kanker hati, kanker kolorektal, kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat.

圖源:Pixabay
MOHW mengingatkan bahwa meskipun pandemi COVID-19 telah mereda, tetapi masyarakat harus tetap waspada, terutama karena kanker telah menjadi penyebab utama kematian selama bertahun-tahun.
Masyarakat harus membiasakan diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, mendeteksi tanda-tanda penyakit sejak dini, dan memanfaatkan waktu emas untuk pengobatan guna mengurangi risiko penyakit semakin memburuk.
Selain itu, jumlah kematian akibat penyakit hati kronis dan sirosis pada tahun 2023 adalah 3.813 jiwa, turun signifikan sebesar 7,2% dibandingkan tahun 2022.
Selain itu, jumlah kematian pada ibu hamil berjumlah 12 jiwa, yang mana ini mencapai rekor terendah sejak Undang-Undang Bantuan Kecelakaan Kehamilan dan Persalinan diberlakukan.
MOHW mengimbau masyarakat untuk secara aktif menerima berbagai tindakan pencegahan dan perawatan kesehatan guna bersama-sama menjaga kesehatan seluruh penduduk.