(Taiwan, ROC) --- Permintaan layanan perawatan lansia terus meningkat, tetapi ironinya Taiwan tetap menghadapi kekurangan tenaga kerja. Membuka pasar pekerja migran adalah salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan ini. Namun, pekerja migran domestik, yang menanggung sebagian besar kebutuhan perawatan jangka panjang di dalam negeri, sering kali menghadapi jam kerja yang panjang, kurang istirahat, dan kurangnya perlindungan tenaga kerja yang paling mendasar.
Migrant Empowerment Network in Taiwan (MENT) menyerukan perlindungan hukum bagi pekerja migran sektor rumah tangga, berharap untuk memasukkan mereka ke dalam sistem perawatan jangka panjang pemerintah dan melindungi mereka dari eksploitasi.
Pada tanggal 16 Juni 2024, bertepatan dengan "Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional", MENT mengorganisir sejumlah pekerja migran untuk berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW).
Mereka menyuarakan bahwa pekerja rumah tangga telah menjadi bentuk lain dari tenaga kerja yang dieksploitasi, dipaksa untuk siaga 24 jam dan menanggung beban perawatan bagi lansia.

Pada tanggal 16 Juni 2024, bertepatan dengan "Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional", MENT mengorganisir sejumlah pekerja migran untuk berunjuk rasa di depankantor MOHW, menyerukan agar pekerja migran rumah tangga dimasukkan ke dalam sistem perawatan jangka panjang. 圖/聯合報
Wang Li-ting (王俐婷), spesialis dari MENT, menyampaikan bahwa Taiwan telah merekrut pekerja migran rumah tangga sejak tahun 1992, dan jumlahnya kini telah melampaui 210.000 orang.
Namun, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) belum mengatasi masalah undang-undang ketenagakerjaan, dan MOHW juga menolak untuk memasukkan mereka ke dalam rencana sistem perawatan jangka panjang secara keseluruhan.
Pekerja migran sektor rumah tangga menanggung beban perawatan yang tinggi tetapi tidak memiliki perlindungan hak-hak tenaga kerja. Saat ini, di bawah sistem satu pekerja per rumah tangga, mereka tinggal dengan keluarga masing-masing dan hampir selalu siaga selama 24 jam.
Bersama dengan sekelompok pekerja migran dan beberapa kelompok advokasi, MENT mendesak Menteri MOHW yang baru, Chiu Tai-yuan (邱泰源), untuk memasukkan pekerja migran sektor rumah tangga ke dalam sistem perawatan jangka panjang dan secara proaktif menangani kualitas kerja dan stabilitas kerja mereka.

圖/YAHOO TAIWAN
"Menteri Chiu Tai-yuan, lihatlah jangka panjangnya, atau perawatan jangka panjang tidak akan berjalan jauh. Berikan perlindungan hukum bagi pekerja migran rumah tangga, masukkan mereka ke dalam mekanisme tenaga kerja perawatan jangka panjang," tulis slogan MENT.
Wang Li-ting mengemukakan bahwa dalam situasi perawatan saat ini, warga hanya dapat memilih satu dari dua opsi. Jika mereka mempekerjakan pekerja migran, maka mereka tidak dapat menggunakan layanan perawatan dari program Perawatan Jangka Panjang 2.0 milik pemerintah, dan untuk layanan profesional (merekrut pribadi), mereka hanya menerima subsidi sebesar 30%.
Tenaga kerja perawatan rumah tangga sangat kurang, dan kecepatan pembangunan perawatan jangka panjang tidak dapat mengimbangi penuaan populasi.
Memasukkan 210.000 pekerja migran rumah tangga ke dalam sistem perawatan jangka panjang pemerintah dapat mengisi kekurangan tenaga kerja perawatan.
Menanggapi tuntutan para pekerja migran, Wu Hsi-wen (吳希文), Wakil Direktur Badan Perawatan Jangka Panjang Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, menyampaikan bahwa mereka sedang dalam proses menyusun rencana untuk secara moderat mengizinkan pengasuh asing yang memenuhi syarat untuk menjadi perawat di rumah atau komunitas, tetapi tindakan pendukung yang komprehensif masih diperlukan.
Kuncinya adalah harus ada penilaian keterampilan perawatan yang memenuhi syarat untuk melindungi hak dan kepentingan kedua belah pihak, baik majikan maupun pekerja.