(Taiwan, ROC) --- Taiwan dijuluki sebagai "Kerajaan Buah", di mana berbagai jenis buah dapat dinikmati sepanjang tahun. Hal ini kemudian menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang dan mencicipinya.
Buah-buah tertentu telah memikat selera para wisatawan dengan tekstur dan rasanya yang unik, menjadikannya favorit mereka. Dewan Pertanian juga telah berbagi perihal latar belakang buah ini.
Di halaman Facebook resminya, Dewan Pertanian membagikan asal-usul "jambu", yang berasal dari Semenanjung Malaya dan diperkenalkan ke Taiwan oleh Indonesia pada abad ke-17.

Jambu Taiwan. 圖/聯合報
Pada masa-masa awal, Taiwan membudidayakan jambu putih dan jambu merah berukuran kecil. Setelah melalui perbaikan, sekarang varietas yang paling umum adalah 南洋粉紅 (baca: Nányáng fěnhóng), varietas Thailand, dan 黑糖芭 (baca: Hēitáng bā).
Musim puncak di Taiwan selatan terkonsentrasi dari bulan November hingga Mei tahun berikutnya, sedangkan di utara dari bulan Mei hingga Juli, dan di wilayah tengah dimulai dari bulan Juli hingga Oktober, sehingga tersedia sepanjang tahun.

Jambu varietas 南洋粉紅 (baca: Nányáng fěnhóng). 圖/國際貿易有限公司
Dewan Pertanian juga mengungkapkan bahwa selain dimakan langsung, jambu ini juga dapat diolah menjadi selai, manisan kering, atau asinan. Rasanya yang manis dan menyegarkan juga cocok untuk sup atau salad.
Di India, varietas yang lebih kecil digoreng dengan minyak dan dibumbui dengan bubuk cabai, bubuk kunyit, daun kari, dan rempah-rempah lainnya untuk acar.
Faktanya, buah jambu tidak umum di negara lain. Banyak YouTuber asing telah membuat video tentang pengalaman mereka mencoba jambu Taiwan. Mereka semua terkesan dengan tekstur dan rasanya, memuji kerenyahan dan kesegarannya, dan mengatakan bahwa mereka tidak dapat melupakannya setelah mencobanya.