(Taiwan, ROC) --- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dirawat di rumah sakit dengan luka-luka, setelah diserang di Kota Taichung pada hari Minggu kemarin (9/6). Akhirnya, polisi berhasil menangkap dua tersangka, yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Taichung menerima laporan pada pukul 01:40 dini hari tentang seorang pria berdarah yang berlari ke dalam sebuah toko waralaba di Jalan Chenggong, Central District, Kota Taichung, dan meminta pertolongan, sebelum jatuh pingsan di dekat konter.
Gu dengan kondisi kepala bocor dan tangan penuh darah lari ke dalam toko waralaba untuk minta pertolongan pada Minggu (9/6). 圖/CNA
Petugas pemadam kebakaran dan paramedis tiba di tempat kejadian dan menemukan korban, yakni seorang pria Indonesia berusia 34 tahun bermarga Gu (古姓).
Gu menderita beberapa luka robek di bagian wajah dan kepala. Dia dilarikan ke China Medical University Hospital.
Menurut aparat kepolisian Kota Taichung, setelah meninjau rekaman dari lebih dari seratus CCTV, mereka berhasil mengidentifikasi dua tersangka. Ditemukan bahwa kedua pelaku, setelah melakukan penyerangan, mereka langsung berganti pakaian dan berjalan (berputar-putar) di Central District selama lebih dari satu jam untuk menghindari pengejaran polisi.
Namun, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua pelaku yang adalah PMI, masing-masing berusia 27 tahun dan 30 tahun.

Tidak butuh waktu lama, kedua pelaku penyerangan PMI di Taichung langsung diringkus aparat kepolisian 圖/中央社
Polisi dalam penyelidikannya menemukan bahwa kedua pria tersebut mengaku telah memukul Gu dengan botol minuman keras karena tidak senang Gu terus menatap mereka.
Setelah kejadian, keduanya langsung berganti pakaian. Salah satu pelaku, yang awalnya mengenakan kemeja lengan panjang hitam, langsung berganti pakaian menjadi kemeja lengan pendek kuning.
Sedangkan pelaku satunya lagi, yang awalnya mengenakan jaket jeans kuning, juga langsung berganti menjadi kemeja lengan panjang putih.
Setelah diinterogasi, keduanya langsung diserahkan ke Kejaksaan Distrik Taichung untuk diproses sesuai hukum.