History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sapi Bukan Sembarang Sapi! Sapi Termahal di Dunia Ini Dijual dengan Harga NT$130 Juta, Gen Supernya Bahkan Diekspor ke Seluruh Dunia

  • 08 June, 2024
  • 尤繼富
Sapi Bukan Sembarang Sapi! Sapi Termahal di Dunia Ini Dijual dengan Harga NT$130 Juta, Gen Supernya Bahkan Diekspor ke Seluruh Dunia
Sapi Bukan Sembarang Sapi! Sapi Termahal di Dunia Ini Dijual dengan Harga NT$130 Juta, Gen Supernya Bahkan Diekspor ke Seluruh Dunia 圖/infoCO MS

(Taiwan, ROC) —- Brasil adalah negara pengekspor daging sapi terbesar di dunia. Industri peternakan sapi merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian negara tersebut, dan pemerintah Brasil pun berupaya keras untuk memasarkan daging sapi Brasil ke pasar internasional.

Baru-baru ini, seekor sapi betina dari Brasil bernama "Viatina-19 FIV Mara Movéis" berhasil memecahkan rekor dunia dengan harga fantastis, yaitu sekitar NT$129,56 juta, dalam sebuah lelang.

Harga ini melampaui rekor sapi termahal sebelumnya dengan selisih tiga kali lipat, sehingga mengukuhkan Viatina sebagai sapi termahal dalam sejarah.

Industri peternakan sapi memang menjadi tulang punggung ekonomi Brasil, tetapi di sisi lain, industri ini juga menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca dan deforestasi hutan Amazon.

Banyak ilmuwan iklim berpendapat bahwa mengurangi konsumsi daging sapi merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian lingkungan.

全球最貴母牛在巴西要價1.3億全天監視攝影、保鑣看守- 民視新聞網

Seekor sapi betina dari Brasil bernama "Viatina-19 FIV Mara Movéis" berhasil memecahkan rekor dunia dengan harga fantastis, yaitu sekitar NT$129,56 juta, dalam sebuah lelang. 圖/民視新聞

Meskipun demikian, pemerintah Brasil justru berharap seluruh dunia dapat menikmati daging sapi Brasil. Oleh karena itu, mereka gencar mengembangkan industri peternakan dalam negeri dan berupaya memperluas ekspor ke pasar global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Viatina menjadi simbol ambisi para peternak di Brasil. Sapi ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat dan rekayasa genetika selama bertahun-tahun. Para peternak kaya akan "patungan" untuk membeli sapi-sapi unggulan dengan harga tinggi dalam lelang.

Selanjutnya, mereka akan "memanen" sel telur dan sperma dari sapi-sapi juara tersebut untuk dikembangbiakkan melalui teknologi inseminasi buatan guna menghasilkan generasi sapi berkualitas tinggi.

Menurut laporan media Associated Press, Viatina memiliki berat mencapai 1.100 kilogram, dua kali lipat dari berat rata-rata sapi dewasa sejenisnya. Hal ini menunjukkan keunggulan genetiknya.

巴西「奇」牛值3125萬 點先做到全球最貴?

圖/民視新聞

Untuk memastikan keamanan "sapi emas" ini, pemilik Viatina tidak hanya memasang kamera pengawas, tetapi juga mempekerjakan penjaga bersenjata yang bertugas menjaganya selama 24 jam.

Salah seorang pemilik Viatina, Ney Pereira, mengatakan, "Kami tidak pernah menyembelih sapi-sapi elit kami. Kami mengembangbiakkannya dengan tujuan akhir untuk memberi makan seluruh dunia. Viatina adalah bintang harapan yang mengemban visi tersebut."

Delapan puluh persen sapi betina yang dipelihara di Brasil adalah keturunan sapi Zebu dari India, yang ditandai dengan punuk di bahunya dan gelambir di lehernya. Viatina sendiri termasuk dalam jenis sapi Nelore, jenis sapi potong yang mendominasi populasi sapi potong di Brasil.

Lorrany Martins, putri Ney Pereira yang juga seorang dokter hewan, menjelaskan bahwa harga fantastis Viatina disebabkan oleh kemampuannya untuk "tumbuh cepat" dan membangun massa otot yang besar, serta tingkat reproduksi yang tinggi, serta kemampuannya untuk mewariskan "keunggulan-keunggulan" ini kepada keturunannya.

Para peternak yang ingin meningkatkan kualitas genetik ternak mereka, dapat membeli sel telur Viatina dengan harga sekitar US$250 ribu atau sekitar NT$8,1 juta.

Viatina-19 FIV faz história no Nelore e na pecuária Brasileira

圖/Revista Nelore

Saat ini, Viatina sedang menjalani kehamilan pertamanya. Seorang pembeli dari Bolivia telah membeli sel telur Viatina, sementara Uni Emirat Arab, India, dan Amerika Serikat menjadi target ekspor potensial. Lorrany Martins dan Ney Pereira sangat optimis dengan masa depan "keluarga Viatina".

Mereka dengan percaya diri mengatakan, "Metode bisnis untuk mencapai penjualan global adalah dengan mengekspor gen-gennya. Kami akan terus melangkah di jalur ini. Saya berharap beberapa dekade dari sekarang, nenek moyang dari kawanan sapi berkualitas tinggi itu adalah Viatina."

Viatina telah menjadi ladang uang bagi para peternak di seluruh dunia. Ia bahkan memiliki akun Instagram sendiri dan menjadi "selebgram sapi".

Kehadirannya semakin mendorong penjualan daging sapi Brasil ke seluruh dunia, yang tentu saja membawa angin segar dan harapan baru bagi industri peternakan sapi Brasil.

Komentar

Terbarumore