(Taiwan, ROC) – Ditjen Pariwisata Taiwan pada Rabu (5/6) lalu menggelar acara promosi pariwisata Taiwan di Los Angeles, dan berhasil menarik perhatian hampir seratus pelaku industri pariwisata dari Los Angeles untuk turut berpartisipasi. Dalam acara tersebut, mereka memperkenalkan merek pariwisata Taiwan 3.0 yang baru, yang menghadirkan pengalaman imersif dari Taiwan.
Ditjen Pariwisata Taiwan bekerja sama dengan pemerintah daerah, pelaku industri perjalanan, dan maskapai penerbangan, menggelar acara promosi pariwisata Taiwan di Seattle, Los Angeles, dan San Francisco mulai Minggu (2/6) yang lalu, dengan tujuan terus memperluas pasar Amerika Utara. Menurut data yang dirilis oleh Ditjen Pariwisata baru-baru ini, tahun lalu jumlah wisatawan dari Amerika Serikat (AS) yang datang berkunjung ke Taiwan melebihi 520.000 orang, menempati peringkat ke-4 secara global.
Dirjen Pariwisata, Chou Yung-hui (周永暉) pada acara promosi yang digelar di Los Angeles pada tanggal 5 Juni, memperkenalkan sumber daya wisata Taiwan, warisan budaya, dan informasi layanan kepada para pelaku industri lokal. Dirinya juga menampilkan versi baru merek pariwisata Taiwan 3.0 (TAIWAN-Waves of Wonder), mempromosikan tema pemasaran “Dekat dengan Gunung, Dekat dengan Laut, Nikmati Keliling Pulau”.
Chou Yung-hui (周永暉) menegaskan bahwa tahun ini dan tahun depan adalah tahun wisata keliling Taiwan, dengan mengintegrasikan berbagai pengembangan prioritas pariwisata, pihaknya akan memperkuat pelatihan sumber daya manusia di sektor pariwisata Taiwan dan meningkatkan kemampuan digital, guna meningkatkan visibilitas Taiwan dalam industri pariwisata global.
Biro Pariwisata Taiwan menghadirkan berbagai pengalaman imersif untuk memperkenalkan Taiwan kepada pelaku industri pariwisata AS, termasuk interaksi dengan master patung kertas internasional Hung Hsin-fu (洪新富), pelajaran melukis kipas sutra oleh master seni lukis Tseng Yen-hui (曾炎輝), serta pengalaman minum teh yang autentek dari toko teh tradisional LuYuan Tea di Yilan.
Acara tersebut dihadiri oleh hampir 100 pelaku industri pariwisata dari Los Angeles, yang berdiskusi mengenai peluang kerja sama. Menurut pers rilis Ditjen Pariwisata, setelah gempa bumi besar mengguncang Hualien pada bulan April lalu, Taiwan dapat pulih dengan begitu cepat, menunjukkan hasil kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri. Ke depannya, Taiwan akan mengembangkan tren pariwisata ekologi dan wisata suku untuk terhubung dengan dunia.