(Taiwan, ROC) --- Peringatan Tragedi Tiananmen tahun ini dihadiri oleh lebih dari 6.000 orang, jumlah tertinggi dalam hampir 10 tahun terakhir. Panitia penyelenggara menilai, latihan militer Tiongkok terhadap Taiwan setelah pelantikan presiden, berlanjutnya momentum "Green Bird Movement", dan partisipasi aktif kelompok-kelompok Hong Kong di Taiwan, menjadi faktor utama peningkatan jumlah peserta.
Pada Selasa malam (4/6), New School for Democracy, bersama dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil, menyelenggarakan "Peringatan 35 Tahun Tragedi Tiananmen - Mengejar Demokrasi, Tanpa Rasa Takut. Idealisme Kebal Peluru", di Alun-alun Chiang Kai-shek Memorial Hall.
Acara ini menampilkan kesaksian dari para saksi mata Tragedi Tiananmen, serta pidato singkat dari perwakilan organisasi masyarakat sipil, pertunjukan drama, dan pertunjukan musik.
Menurut statistik panitia penyelenggara, ada lebih dari 6.000 orang menghadiri peringatan tahun ini, yang mana ini adalah jumlah tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Dalam wawancara dengan media CNA, Zeng Jian-yuan (曾建元), Direktur Eksekutif New School for Democracy, menganalisis bahwa ada tiga alasan utama di balik rekor jumlah peserta tahun ini.
Pertama, latihan militer Tiongkok yang dilakukan setelah pelantikan Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada 20 Mei 2024, memicu ketidakpuasan di antara masyarakat Taiwan.
Kedua, momentum "Green Bird Movement" tidak mereda, tetapi terus berlanjut hingga saat ini. Ketiga, partisipasi aktif dari banyak kelompok Hong Kong di Taiwan dalam memperingati Tragedi Tiananmen juga menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan jumlah peserta.
Ia menjelaskan bahwa peringatan Tiananmen tahun ini merupakan yang pertama setelah Presiden Lai Ching-te menjabat. Publik dan media sangat memperhatikan bagaimana pemerintah baru akan menyikapi hal ini, tetapi Tiongkok justru memilih untuk menekan Taiwan dengan latihan militer dan cara-cara lain setelah pelantikan presiden pada 20 Mei 2024.
Akibatnya, banyak warga Taiwan yang tidak puas dengan tindakan Tiongkok, memilih untuk mengungkapkan sikap mereka dengan berpartisipasi dalam peringatan Tiananmen tahun ini.
Zeng Jian-yuan juga menyebutkan bahwa jumlah peserta dari Hong Kong meningkat secara signifikan tahun ini. Selain kelompok-kelompok Hong Kong yang ada di Taiwan, beberapa orang bahkan terbang langsung dari Hong Kong untuk menghadiri peringatan Tiananmen.
Hal ini didorong oleh fakta bahwa Hong Kong tidak lagi memiliki ruang politik untuk memperingati Tiananmen. Penindasan pemerintah Hong Kong terhadap peringatan Tiananmen melalui cara-cara hukum justru semakin menyatukan warga Hong Kong di luar negeri, mendorong mereka untuk mengambil tindakan dan memperingati Tiananmen dalam skala yang lebih besar di luar Hong Kong.
Momentum "Green Bird Movement" terus berlanjut hingga hari ini. Zeng Jian-yuan mengamati bahwa banyak wajah muda di antara para peserta tahun ini, bahkan beberapa di antaranya mengenakan seragam SMA.
"Ini menunjukkan bahwa pendidikan Taiwan yang beragam dan terbuka telah memperluas wawasan generasi muda saat ini. Tindakan mereka lebih lugas dibandingkan generasi sebelumnya."