History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

211 Orang Tewas Kepanasan! India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Sebesar 50C Melanda Selama Berhari-hari, Nyamuk Pun Menghilang Karena Terlalu Panas

  • 05 June, 2024
  • 尤繼富
211 Orang Tewas Kepanasan! India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Sebesar 50C Melanda Selama Berhari-hari, Nyamuk Pun Menghilang Karena Terlalu Panas
211 Orang Tewas Kepanasan! India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Sebesar 50C Melanda Selama Berhari-hari, Nyamuk Pun Menghilang Karena Terlalu Panas 圖/今日新聞

(Taiwan, ROC) --- India baru-baru ini dilanda gelombang panas ekstrem. Pada tanggal 29 Mei 2021, suhu mencapai 52,9C, yang semula diklaim sebagai rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah India. Namun, kemudian terbukti bahwa pengukuran tersebut keliru, dengan suhu sebenarnya sekitar 3 derajat lebih tinggi.

Suhu yang mendekati 50C selama beberapa hari berturut-turut telah membawa tantangan besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Tidak hanya pembatasan ketat pada pasokan air harian, tetapi hingga saat ini, gelombang panas telah merenggut 211 nyawa di seluruh India.

Di New Delhi, pemerintah setempat membatasi pasokan air harian karena dampak kekeringan, dengan banyak daerah mengalami pengurangan pasokan dari dua kali menjadi hanya satu kali sehari. Warga setempat mengatakan bahwa truk tangki air adalah satu-satunya sumber air mereka, tetapi waktu kedatangannya tidak menentu.

Biasanya, India mengalami cuaca panas antara bulan April dan Juni, sebelum akhirnya suhu menurun secara signifikan saat musim hujan tiba di bulan Juli. Namun, data statistik selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu di India antara bulan April hingga Juni semakin panas dari waktu ke waktu.

印度现近50度高温连蚊子都消失高温致上百人死亡-股城热点

圖/MSN

Menurut laporan media Tiongkok, China Business Network, Huang Ying-hong (黃迎虹), seorang profesor di Jindal Global University yang tinggal di wilayah ibu kota Delhi, mengatakan bahwa selama lebih dari 20 hari terakhir, suhu telah melonjak di atas 40C setelah pukul 10:00 pagi.

Suhu tinggi telah secara signifikan meningkatkan permintaan untuk air dan listrik, yang mengakibatkan tekanan besar pada sarana infrastruktur India.

"Suhu udara mendekati batas toleransi manusia, bahkan nyamuk pun tidak tahan."

Huang Ying-hong menuturkan bahwa di sekitar kompleks tempat tinggalnya, yang dikelilingi lahan pertanian, biasanya banyak nyamuk berkerumun saat senja. Namun, dengan datangnya gelombang panas, nyamuk-nyamuk itu menghilang, baik di dalam maupun di luar ruangan.

▲印度近日遭受強烈熱浪侵襲,有多地測得超過攝氏50度高溫,本週四單日更造成24人疑因高溫身亡。(圖/美聯社/達志影像)

圖/美聯社/達志影像

Suhu ekstrem ini juga memengaruhi rutinitas masyarakat India. Huang Ying-hong harus tiba di kampus sebelum pukul 10:00 pagi untuk menghindari berjalan di bawah terik matahari yang mencapai lebih dari 40C.

Namun, meskipun sudah berada di dalam ruangan ber-AC, butuh waktu bagi tubuh untuk mendingin dari panas yang menyengat. Oleh karena itu, banyak orang memilih minum air es untuk menurunkan suhu tubuh mereka.

Perubahan iklim menjadi faktor utama di balik gelombang panas yang melanda India. Menurut lembaga penelitian ilmiah, gelombang panas yang melanda India kali ini tergolong "sekali dalam 30 tahun".

Namun, akibat pemanasan global, kemungkinan terjadinya gelombang panas dengan intensitas seperti ini meningkat sebesar 45 kali lipat.

Efek "urban heat island" juga menjadi faktor yang memperburuk situasi. Akash Vashistha, pendiri organisasi lingkungan India "Biodiversity Conservation Society", mengatakan bahwa meskipun suhu tinggi merupakan hal yang biasa terjadi di India, tetapi efek "urban heat island" di kota-kota seperti Delhi, telah memerangkap panas di atmosfer bawah, sehingga meningkatkan suhu lingkungan secara signifikan. Akibatnya, suhu di kota-kota besar jauh lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.

Huang Ying-hong menyampaikan kepada wartawan bahwa gelombang panas yang berkepanjangan telah memberikan tekanan besar pada infrastruktur India. Ia menjelaskan bahwa penetrasi AC di India tidak tinggi, tetapi gelombang panas ini telah memberikan beban berat pada pasokan listrik.

Kompleks tempat tinggalnya mengalami pemadaman listrik bergilir. Meskipun kompleks tersebut memiliki generator sendiri, tetapi hanya dapat memenuhi kebutuhan listrik dasar dan tidak mampu menyediakan daya yang cukup untuk AC, membuat tidur di malam hari menjadi sulit.

Animals collapse, water shortages bite amid India's searing heat | Reuters

圖/REUTERS

Perusahaan listrik India menjelaskan bahwa pemadaman listrik pada malam hari disebabkan oleh rekor permintaan listrik yang begitu tinggi pada tanggal 30 Mei 2024, yang mana tentunya didorong oleh suhu yang sangat tinggi.

Ketika matahari terbenam dan pembangkit listrik tenaga surya berhenti beroperasi, maka terjadilah kesenjangan pasokan listrik yang besar, sehingga pemadaman bergilir menjadi tak terhindarkan.

Gelombang panas yang berkepanjangan ini juga bertepatan dengan pemilihan umum India yang berlangsung selama 7 minggu. Pada tanggal 25 Mei 2024 dan 1 Juni 2024, India mengadakan pemungutan suara untuk putaran keenam dan ketujuh dari pemilihan umum.

Banyak pemilih yang harus mengantre di bawah terik matahari untuk memberikan suara mereka, dan banyak yang pingsan karena kepanasan. Menurut laporan media Xinhua, setidaknya 33 petugas pemilu meninggal karena sengatan panas di negara bagian Uttar Pradesh utara pada 1 Juni 2024.

Komentar

Terbarumore