History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Eric Chu: Keterkaitan Antar Selat Taiwan dalam Mengejar Kebebasan Demokrasi

  • 04 June, 2024
  • 曾秀情
Eric Chu: Keterkaitan Antar Selat Taiwan dalam Mengejar Kebebasan Demokrasi
Ketua KMT Eric Chu

(Taiwan, ROC) -- Hari ini tanggal 4 Juni 2024 merupakan hari genap 35 tahun insiden 4 Juni Tiananmen Tiongkok, ketua partai oposisi, Partai Kuomintang Eric Chu mengunggah artikel “Pertahankan nilai-nilai demokrasi dan jangan pernah lupa mengejar kebebasan” di media sosial facebook nya, dalam artikelnya mengungkapkan jalinan antar Selat Taiwan tidak lagi hanya sejarah, budaya, hubungan darah, melainkan adalah mengejar kebebasan, demokrasi dan harkat manusia serta nilai-nilai universal lainnya. Eric Chu menegaskan, obor mengejar kebebasan di hati masyarakat Tionghoa di dunia tidak akan pernah padam, kami juga akan terus mempertahankan dan menerapkan demokrasi di Selat Taiwan.

Eric Chu mengungkapkan, mengenang kembali malam sebelum insiden 4 Juni, merupakan momen ketika masyarakat kedua belah selat terhubungi dengan paling erat, menerobos waktu ruang dan ideology. Eric Chu mengemukakan, pada tahun itu antara lapangan gedung peringatan Chiang Kai-shek dan lapangan Tiananmen tetap terhubung telepon, para mahasiswa di Taiwan yang baru saja mengalami pencabutan militer darurat memberikan semangat kepada mahasiswa Tiongkok yang memperjuangkan kebebasan demokrasi dengan damai. “Momen ini tidak lagi hanya menjalinkan sejarah, budaya dan hubungan darah, melainkan harapan bersama untuk mengejar kebebasan, demokrasi, harkat manusia dan nilai-nilai universal lainnya.

Eric Chu menyampaikan, malam hari 3 Juni tahun itu, saat mengerahkan militer memasuki lapangan Tiananmen, terhubungi melalui telepon dengan lapangan gedung peringatan Chiang Kai-shek melalui menjadi saksi paling menyakitkan dalam sejarah antar Selat Taiwan. Ia beranggapan bahwa alasan menjadi keharusan untuk mengenang insiden 4 Juni justru karena masih saling keterkaitan erat antara nasib kedua belah Selat Taiwan dan dorongan akan kebebasan dan demokrasi kita sekejabpun tidak akan pernah kendur.

Eric Chu menyampaikan, 35 tahun yang lalu, mahasiswa Taiwan duduk diam di Lapangan Balai Peringatan Chiang Kai-shek selama satu malam menemani mereka yang berada di Lapangan Tiananmen; 35 tahun kemudian, Republik Tiongkok melalui gelombang ketiga reformasi demokratisasi, telah membuka pintu bagi semua orang yang masih memperjuangkan kebebasan dan demokrasi, membuktikan bahwa kita memiliki pengalaman, kemampuan, dan tekad untuk mempertahankan demokrasi. Sistem demokrasi dan konstitusional yang stabil menjadi jaminan terbaik bagi kebebasan.

Komentar

Terbarumore