(Taiwan, ROC) – Menanggapi laporan bahwa Rancangan Undang-undang Anggaran yang sedang ditinjau oleh Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (Komite Anggaran DPR AS) bermaksud untuk memberikan pendanaan militer kepada Taiwan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengungkapkan hari ini (4/6) bahwa dukungan lintas partai jangka panjang Kongres AS terhadap Taiwan sudah terlihat jelas. Selanjutnya, mereka akan memantau dengan cermat perkembangan UU tersebut dan akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak di AS berdasarkan hubungan persahabatan Taiwan dan Amerika Serikat yang kokoh.
RUU yang akan segera dibahas oleh Komite Anggaran DPR AS berencana untuk memberikan pendanaan militer asing sebesar US$500 juta (Rp8,1 triliun) kepada Taiwan, serta pinjaman dan jaminan pinjaman hingga US$2 miliar (Rp32,4 triliun). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Taiwan untuk mencegah ancaman di Selat Taiwan.
Selain itu, mengenai serangan peretas yang mencuri dokumen pemerintah Palau, negara sahabat diplomatik Taiwan di Pasifik, MOFA mengungkapkan bahwa mereka telah memperoleh informasi terkait dan mereka juga mengecam individu dan organisasi peretas yang berusaha merusak keamanan dan ketertiban dunia maya global.
MOFA mengatakan bahwa Taiwan juga menghadapi serangan siber, dan berempati terhadap serangan yang dialami oleh Palau. Oleh karena itu, Taiwan akan menyediakan bantuan terkait pembangunan kapasitas informasi, pelatihan tenaga ahli keamanan siber, dan bantuan lainnya. Di masa depan, Taiwan juga akan bekerja sama dengan negara-negara sahabat diplomatik di Pasifik, dan negara-negara dengan pandangan yang serupa, untuk memperkuat ketahanan digital, melawan penetrasi otoritarianisme, dan berkomitmen untuk menjaga tatanan internasional berbasis aturan, serta untuk lebih jauh menghalangi ambisi ekspansi otoritarianisme melalui serangan siber.