(Taiwan, ROC) - Pejalan kaki yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas selama triwulan pertama tahun ini berjumlah 15,5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2023, demikian menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC).
Dari Januari hingga Maret, Taiwan melaporkan 97.436 kecelakaan lalu lintas, berkurang 5.554, atau 5,4%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kecelakaan-kecelakaan tersebut total mengakibatkan 772 kematian, berkurang 4,8%, sementara jumlah korban cedera juga menurun sebesar 5,6% menjadi 130.364 orang. Meski demikian, di antara para korban meninggal, 119 adalah pejalan kaki, meningkat 15,5% dibandingkan triwulan I tahun 2023.
MOTC mengatakan 69% dari 119 kematian disebabkan oleh pejalan kaki yang tertabrak kendaraan, 73,1% di antaranya adalah orang lanjut usia, dan sebagian besar kecelakaan fatal terjadi antara pukul 04.00 dan 08.00 pagi, dan antara pukul 18.00 dan 20.00 malam.
MOTC menganalisis, penyebab utamanya adalah pengemudi tidak memberi jalan kepada pejalan kaki di persimpangan jalan atau pejalan kaki yang menyeberangi jalan di luar perlintasan yang diberi tanda.
Jumlah kematian pejalan kaki di persimpangan jalan menurun tahun lalu ketika Taiwan mulai meningkatkan penegakan hukum lalu lintasnya, namun beberapa pengendara tampaknya belum mengembangkan kebiasaan mengalah, dan seiring berjalannya waktu, kecelakaan kembali meningkat.
Mengomentari data tersebut, Tsai Shu-pin (蔡書彬), wakil kepala Departemen Perkeretaapian, Jalan Raya dan Keselamatan Jalan MOTC, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah diminta untuk bersama-sama memperkuat upaya dalam memperbaiki keselamatan lalu lintas di Taiwan, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menghormati peraturan lalu lintas, pada khususnya di antara kalangan pengemudi dan pejalan kaki, dan mewajibkan petugas polisi untuk menuntaskan penegakan hukum.