(Taiwan, ROC) --- Edward Sun (孫安佐), putra semata wayang dari sepasang artis kenamaan Taiwan, Sun Peng (孫鵬) dan Di Ying (狄鶯), dikabarkan telah mengonsumsi ganja di Phuket, Thailand pada bulan Mei kemarin, dan ditangkap karena memasuki rumah orang lain tanpa izin.
Ketika ditanya tentang kondisi putranya, tak disangka Di Ying mengatakan bahwa putranya telah menjadi korban praktik guna-guna 下蠱 (xia gu) (ilmu hitam) di Thailand.
Menurut Wikipedia, 下蠱 (xia gu) secara akademis dikenal sebagai sihir racun (poisonous magic), adalah bentuk ilmu hitam yang berasal dari Tiongkok Selatan. Praktik ini melibatkan manipulasi serangga beracun untuk menghukum orang yang melanggar aturan atau untuk mengutuk dan mencelakai orang lain.
Menurut kepercayaan rakyat, pelakon 下蠱 (xia gu) (bisa disebut sebagai dukun) menggunakan serangga beracun khusus untuk mengendalikan segala aspek kehidupan seseorang, untuk mencapai tujuan tertentu. Dukun memaksa orang untuk mematuhi keinginannya dan memanipulasi mereka dengan menggunakan serangga beracun ini. Selain serangga beracun, mereka juga dapat mengendalikan hewan seperti ular, katak, burung, anjing, dan kucing.

圖/TVBS News
Menanggapi berbagai pertanyaan dari netizen, Edward Sun melakukan siaran LIVE pada Sabtu kemarin (1/6). Dalam LIVE kemarin ia melontarkan ajakan kepada para haters-nya untuk bertemu di taman dekat rumahnya pada Minggu tanggal 2 Juni 2024, guna memberikan penjelasan secara langsung.
Namun, Minggu hari ini (2/6) tidak ada seorang pun yang muncul, yang ada hanyalah kumpulan wartawan yang sudah siap menunggu Edward Sun.
Edward Sun menekankan bahwa kondisi mentalnya baik-baik saja dan menjelaskan memori mengerikan tentang bagaimana ia diberikan praktik guna-guna.

Edward Sun saat menjelaskan kepada wartawan pada Minggu (2/6). 圖/TVBS
Edward Sun kembali menjelaskan, bahwa insiden yang terjadi di Thailand, tidak ada hubungannya dengan mantan pacarnya.
Rencananya, ia pergi ke Thailand untuk jalan-jalan dan membuat film, dan akan mengunggah video Songkran yang telah direkamnya.
Edward Sun terdiam beberapa saat ketika dia memikirkan tentang bagaimana ia diberikan praktik guna-guna (ilmu hitam).
Karena dia tidak mengerti bahasa Thailand, dia tidak dapat menghubungi kantor perwakilan, dan prosesnya sangat tidak mengenakkan.
"Pertama, mereka mengikat saya ke tempat tidur, menyuntik saya dengan beberapa obat yang tidak saya ketahui, mungkin obat penenang atau semacamnya? Mereka membuat saya menghirup beberapa gas yang tidak diketahui, dan seorang pria tua dengan usia yang tidak diketahui, didorong masuk melalui tirai, kemudian melakukan seperti semacam transfer energi, detailnya akan saya ceritakan nanti. (Kondisi mental saya) Baik-baik saja! Hanya saja setiap kali saya mengingatnya kembali, rasanya tidak enak," tutur Edward Sun.
Edward Sun (kiri) adalah anak dari sepasang arris kenamaan Taiwan, sang ayah Sun Peng (tengah) dan sang ibu Di Ying (kanan). 圖/鏡周刊
Edward Sun mengatakan bahwa meskipun dia adalah seorang Buddhis yang taat, tetapi dia tidak pergi ke kuil untuk berdoa setelah mengalami kejadian itu. Dia telah melalui semua ini sendiri.
"Jika saya tidak melakukan sesuatu yang konstruktif setiap hari, saya tidak akan bisa rileks. Bayangkan saya adalah seorang pasien PTSD, dan beberapa hari yang lalu dua truk besar dengan sengaja menabrak saya di Taiwan," tambah Edward Sun.
Menanggapi pertanyaan dari netizen, Edward Sun mengatakan bahwa dia akan mengadakan klub bedah buku di Xinzhuang dan mengundang semua orang untuk datang dan mengobrol serta berdiskusi tentang filsafat.