(Taiwan, ROC) --- Waktu tidur normal biasanya mencakup sekitar sepertiga dari waktu sehari (24 jam). Di Taiwan, dari 16 juta orang dewasa, ada sekitar 8 juta di antaranya yang mendengkur, dan banyak dari mereka menderita apnea tidur (sleep apnea), yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.

圖/遠見
Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena suara dengkuran Anda sendiri?
Dokter Wei Shih-hang (魏士航) dari Klinik Keluarga dan Spesialis Berat Badan di Genesis Clinic membagikan tiga tips untuk mengurangi dengkuran saat tidur. Masing-masing adalah menurunkan berat badan, tidur miring, dan tidak minum alkohol sebelum tidur. Jika dengkuran terus-menerus dan tidak kunjung membaik, maka harus diwaspadai.
Mengapa orang mendengkur?
Dokter Chen Liang-yu (陳亮宇), pernah menganalisis beberapa penyebabnya. Salah satunya adalah "kelainan struktur fisiologis", seperti deviasi septum hidung yang menyebabkan hidung tersumbat, sehingga hanya bisa bernapas melalui mulut.
Atau dikarenakan memiliki amandel yang terlalu besar dan masalah obesitas. Di mana saluran napas akan menjadi sempit karena amandel atau jaringan lemak yang tumbuh berlebihan, sehingga mengakibatkan getaran dan suara dengkuran saat aliran udara melewati.
Penyebab lainnya adalah penurunan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia, yang menyebabkan "kurangnya ketegangan" pada otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokan, sehingga lidah mudah jatuh ke belakang saat tidur nyenyak, yang pada akhirnya menghalangi jalan napas.

圖/良醫健康網
Dokter Wei Shih-hang memberikan tiga metode untuk mengatasi dengkuran saat tidur:
1. Menurunkan Berat Badan
Orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki penumpukan lemak di sekitar saluran napas, yang dapat membuat saluran napas menyempit dan menghambat aliran udara, sehingga menyebabkan dengkuran.
Berdasarkan pengamatan klinis, dengan menurunkan berat badan secara tepat, maka tekanan pada saluran napas akibat penumpukan lemak dapat dikurangi, sehingga kondisi dengkuran dapat membaik secara signifikan.
2. Tidur Miring
Saat tidur telentang, lidah cenderung jatuh ke belakang dan menekan saluran napas, yang dapat menyebabkan dengkuran. Dengan tidur miring, Anda dapat menghindari masalah ini dan mengurangi dengkuran.
3. Tidak Minum Alkohol Sebelum Tidur
Alkohol dapat menurunkan ketegangan otot di saluran napas untuk sementara, sehingga sebaiknya hindari minum alkohol sebelum tidur.
Dokter Wei Shih-hang menjelaskan bahwa dengkuran tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup, tetapi juga bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit, seperti sleep apnea, masalah pada hidung atau amandel, serta penyakit endokrin lainnya.
Jika gejala dengkuran berlangsung lama dan tidak kunjung membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan.