(Taiwan, ROC) –- Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 3 (PLTN 3) Unit 1 akan dinonaktifkan pada Juli tahun ini. Menanggapi seruan dari sektor industri untuk memperpanjang penggunaan masa operasi PLTN, Menteri Ekonomi Kuo J.W. (郭智輝) kemarin mengungkapkan, jika revisi undang-undang disetujui, PLTN 3 diharapkan dapat menjadi cadangan listrik pada tahun 2027 hingga 2029. Kuo J.W. hari ini (31/5) menjelaskan bahwa PLTN No. 3 baru dapat dijadikan cadangan listrik jika revisi undang-undang telah disetujui, dan penggunaannya sebagai sumber listrik cadangan harus sesuai dalam kerangka hukum yang berlaku.
Permintaan listrik di Taiwan menjadi perhatian utama. Sejalan dengan penonaktifan PLTN 3 Unit 1 pada Juli tahun ini dan Unit 2 pada Mei tahun depan, sektor industri menyerukan perpanjangan masa operasi PLTN karena khawatir akan lonjakan permintaan listrik dari industri AI di masa depan.
Saat pertama kali bertemu dengan media setelah menjabat, Menteri Ekonomi Taiwan yang baru, Kuo J.W., mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan energi hijau, dan pasokan listrik akan aman hingga tahun 2030.
Namun, mengingat peningkatan drastis konsumsi listrik oleh server AI dan pusat data di masa depan, PLTN 3 mungkin dapat dijadikan cadangan listrik pada tahun 2027, 2028, dan 2029 saat terjadi lonjakan permintaan listrik AI. Meski begitu, masih ada ketidakpastian terkait pengesahan revisi undang-undang, sehingga tidak bisa dijadikan pertimbangan utama.
Hari ini, Yuan Legislatif mengundang Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) beserta kepala dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memberikan laporan kebijakan dan menjawab pertanyaan. Dalam wawancara sebelum rapat, Kuo J.W. menjelaskan lebih lanjut bahwa harus ada kerangka hukum agar PLTN 3 dapat menjadi pilihan sebagai cadangan listrik. Kuo J.W. mengatakan, “Saya pikir sebagai pilihan, jika undang-undang disahkan, dan hal tersebut masih berada dalam kerangka hukum, kami akan menggunakan sumber daya listrik cadangan jika diperlukan.”
Mengenai apakah Taiwan dijamin tidak akan kekurangan listrik, Kuo J.W. mengatakan bahwa hal ini tergantung pada apakah pembangkit listrik yang sedang dibangun di Taiwan saat ini dapat diselesaikan tepat waktu. Pemerintah juga akan akan melakukan persiapan lebih.