(Taiwan, ROC) --- Selama bertahun-tahun, masalah pekerja migran yang hilang kontak (ilegal) kian sulit diatasi. Mantan Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Hsu Ming-chun (許銘春), pada akhir April tahun ini dalam laporan khusus di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendorong amandemen hukum untuk meningkatkan hukuman bagi mereka yang secara ilegal menampung, memperkerjakan (merekrut), atau menjadi perantara pekerja migran yang hilang kontak.
Namun, Menteri MOL yang baru, Ho Pei-shan (何佩珊), dalam wawancara eksklusif mengatakan, "Menghukum berat majikan dan agen bukanlah tindakan yang bijaksana dan juga akan memicu ketidakpuasan publik."
Ia menambahkan, penguatan manajemen di sumbernya dan peningkatan kondisi kerja bagi pekerja migran adalah dua kunci utama untuk mengurangi jumlah pekerja migran ilegal.
圖/聯合報
Hingga April tahun ini, jumlah pekerja migran yang hilang kontak mendekati angka 87.000 orang. Ho Pei-shan menyampaikan bahwa pekerja migran yang hilang kontak tersebut, mayoritas akan menjadi tenaga kerja utama di sektor pertanian dan konstruksi. "Ini merupakan fakta yang tidak dapat disangkal," lanjutnya.
Penegakan hukum yang keras terhadap majikan dan agen tidak hanya tidak diterima oleh anggota legislator dari partainya sendiri, tetapi juga tidak sepenuhnya adil bagi pihak majikan dan agensi. MOL harus bertanggung jawab atas manajemen sumber, sementara Ditjen Keimigrasian bertanggung jawab untuk penegakan hukum.
Ho Pei-shan menambahkan bahwa MOL harus fokus pada manajemen di sumbernya dan meningkatkan kondisi kerja bagi pekerja migran. Sebagian besar pekerja migran yang hilang kontak adalah pekerja rumah tangga.

Ho Pei-shan (何佩珊) menjabat Menteri Ketenakerjaan Taiwan yang baru 圖/中時新聞
Di lain pihak, MOL telah menaikkan gaji bulanan pekerja informal menjadi NT$20.000, dan mendorong kebijakan untuk mempertahankan pekerja migran supaya dapat bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kebijakan-kebijakan ini akan diperluas dan prosedur aplikasi akan disederhanakan dan dibuat lebih ramah. "Kami menganggap pekerja migran sebagai keluarga, dan ini pasti akan menurunkan tingkat kaburan (pekerja migran)," ujarnya.
Ketika ditanya apakah gaji pekerja migran sektor informal akan dinaikkan lebih lanjut dan apakah mereka akan dimasukkan dalam perlindungan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, Ho Pei-shan tidak memberikan jawaban langsung.
Dia hanya mengatakan bahwa saat ini gaji telah dinaikkan menjadi NT$20.000, dan jika ada kenaikan lebih lanjut, maka itu harus dipertimbangkan oleh kedua belah pihak, yaitu pekerja dan majikan.
MOL akan memulai dengan mendorong "Rencana Percontohan Perawatan Pendamping Multiguna" (layanan perawatan berbasis kunjungan).
Jika perencanaan ini nantinya terealisasi, maka lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan, atau pasien akut dengan penyakit kritis khusus, atau pasien dengan penyakit parah yang membutuhkan bantuan sementara, dapat mengajukan permohonan pekerja migran dengan sistem per jam.