(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 29 Mei 2024 (waktu Belanda), Bandara Schiphol Amsterdam, Belanda, menjadi saksi sebuah insiden tragis. Sebuah pesawat milik KLM Royal Dutch Airlines, yang sedang bersiap untuk lepas landas, mengalami masalah ketika mesin pesawat mulai mengeluarkan asap.
Awak pesawat kemudian menemukan bahwa seorang pria telah tersedot ke dalam turbin mesin yang sedang beroperasi dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan kematian seketika.
Menurut saksi mata, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15:00 waktu setempat. Pesawat KLM dengan nomor penerbangan KL1341 sedang bersiap untuk berangkat menuju Billund, Denmark. Namun, sebelum pesawat sempat lepas landas, insiden tragis ini terjadi.

圖/聯合報
Saksi mata juga melaporkan bahwa mereka mendengar suara bising yang sangat keras, yang mereka gambarkan sebagai "seperti suara dari neraka."
Dikabarkan bahwa pada saat itu pesawat sedang melaju pelan di landasan pacu, bersiap untuk lepas landas. Awak pesawat tiba-tiba menemukan keanehan pada mesin, sehingga menghentikan operasinya.
Menurut laporan media Daily Mail, seorang penumpang yang menjadi saksi mata mengatakan bahwa dia mendengar "suara seperti neraka", dan kemudian melihat asap keluar dari mesin. Saat itulah, semua penumpang kemudian dievakuasi.

圖/BBC
Bandara Schiphol menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyampaikan rasa prihatin kepada penumpang dan staf yang menyaksikan kejadian tersebut.
Dalam pernyataannya, KLM Royal Dutch Airlines mengonfirmasi bahwa seorang individu terperangkap dalam mesin pesawat yang sedang beroperasi dan sayangnya harus berakhir tragis. Penyebab insiden masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Juru bicara KLM Royal Dutch Airlines menyatakan, "Kami sangat menyesalkan kejadian tragis ini dan menyampaikan simpati kami kepada keluarga korban."
Polisi Belanda dan otoritas terkait masih menyelidiki insiden ini untuk menentukan penyebab pasti dan memastikan langkah-langkah keselamatan yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Berdasarkan laporan media Belanda, korban kemungkinan besar adalah seorang pekerja bandara. Dan hingga berita diluncurkan, identitas sang korban masih belum dapat dipastikan.