(Taiwan, ROC) -- Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) memasuki hari kedua, banyak perwakilan negara yang menyuarakan bagi Taiwan seperti Amerika Serikat, Jepang, Estonia, Luksemburg dan negara-negara lainnya yang mengimbau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bersikap toleransi dan memberikan dukunga bagi keinginan Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHA, tidak seharusnya keinginan Taiwan yang memiliki kemampuan, pengalaman dan kontribusi diabaikan.
Sidang WHA yang diselenggarakan sejak kemarin tanggal 27 Mei 2024 waktu setempat, dalam rapat pleno hari pertama, negara-negara dengan kesepahaman serupa seperti Prancis, Inggris, Jerman, Australia, Belanda dan Uni Eropa memberikan dukungan suaranya bagi Taiwan. Dalam sidang hari kedua, suara yang memberikan dukungan bagi Taiwan terus bertambah termasuk dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Latvia, Estonia, Luksemberg, Republik Ceko, Selandia baru dan negara lainnya, begitu pula dengan negara sahabat diplomatik seperti Haiti, Nikaragua dan lainnya memberikan suara mendukung Taiwan, di antaranya Estonia yang untuk pertama kali dalam sidang memberikan suaranya pada tahun lalu, dan untuk tahun ini juga kembali menyuarakan bagi Taiwan.
Menteri Kesehatan Estonia Riina Sikkut begitu membuka suara dalam pidatonya mengimbau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menanggapi keinginan untuk berpartisipasi dari Taiwan, ia menyampaikan tidak peduli bagaimana situasi sosial masyarakat, perekonomian, posisi dan politik, semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk perawatan medis dan kesehatan public, apalagi Taiwan berkeinginan, berkemampuan dan berpengalaman dalam mempromosikan kesehatan publik global.
Menteri Kesehatan Amerika Serikat Xavier Becerra mengemukakan, keamanan dan kesehatan masyarakat setiap negara berkaitan erat dengan keamanan dan kesehatan global, tidak boleh dipisahkan, untuk itu Amerika SErikat mendukung kuat keinginan Taiwan untuk bergabung dalam WHA dan WHO.