History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lomba Lari Siput di Fenglin, Hualien, Penyelenggara: 5 Tahun untuk Mencapai Garis Finis! Rekor Juara Pertama Terungkap

  • 27 May, 2024
  • 尤繼富
Lomba Lari Siput di Fenglin, Hualien, Penyelenggara: 5 Tahun untuk Mencapai Garis Finis! Rekor Juara Pertama Terungkap
Lomba Lari Siput di Fenglin, Hualien, Penyelenggara: 5 Tahun untuk Mencapai Garis Finis! Rekor Juara Pertama Terungkap 圖/自由時報

(Taiwan, ROC) —-  Bekicot Afrika, spesies invasif yang tidak disukai oleh para petani, menjadi pusat perhatian dalam "2024 Fenglin 2nd Annual Snail Racing International Championship" yang diadakan di Hualien pada akhir pekan kemarin. 

Dalam beberapa hari terakhir, para peserta sibuk mencari bekicot di alam liar dan merawatnya dengan penuh kasih sayang, dengan harapan bekicot mereka bisa memenangkan perlombaan.

Panitia dengan bercanda menyampaikan bahwa peserta pada edisi pertama membutuhkan waktu 5 tahun untuk mencapai garis finis. Oleh karena itu, edisi kedua dari perlombaan baru diadakan kembali tahun ini. Selain itu, perlombaan ini juga digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan kawasan Fenglin kepada lebih banyak orang.

Edisi kedua dari Kejuaraan Internasional Lomba Lari Bekicot ini berlangsung meriah di rumah tua "Shidou Wu" di Fenglin, Hualien. Perlombaan ini tidak membatasi jenis atau ukuran bekicot. Lintasan perlombaan berupa meja bundar besar, dan setiap pertandingan melibatkan 20 bekicot yang mulai merayap dari garis start berwarna kuning di lingkar bagian dalam. 

參賽蝸牛和主人一起「蝸牛走秀」。(記者花孟璟攝)

圖/自由時報

Penggagas acara, Cheng Jen-shou (鄭仁壽), menjelaskan bahwa jarak dari lingkar dalam ke garis finis berwarna merah di lingkar luar adalah 33 cm. Kepala atau antena mata bekicot yang pertama kali melewati garis merah dianggap sebagai pemenang.

Karena pendaftaran online yang sangat antusias, perlombaan yang awalnya hanya dibuka untuk 3 babak dengan 60 bekicot, kemudian ditambah dengan 1 babak lagi untuk pendaftaran di tempat. Peserta yang mengikuti perlombaan ini datang dari berbagai daerah di Taiwan, sebut saja Taipei, Tainan, Taitung, dan Hualien. 

忘記跑的蝸牛選手,當場上演蝸牛相撲。(記者花孟璟攝)

圖/自由時報

Beberapa bekicot beristirahat di kandang, beberapa berlatih di pinggir arena, sementara yang lain digendong oleh pemiliknya. Anak-anak yang hadir, juga ramai berdiskusi tentang bagaimana memberi semangat kepada bekicot mereka dan apa yang harus dilakukan jika bekicot tersebut merayap ke arah yang salah, sehingga menciptakan suasana yang sangat menarik dan menghibur.

Seluruh peserta lomba kali ini merupakan spesies bekicot invasif. Sebanyak dua pertiga dari mereka adalah “Achatina panthera” dan sepertiga lainnya adalah “Lissachatina fulica”. Para peserta bekicot ini memiliki ukuran yang tidak kecil, dengan rata-rata berat melebihi 100 gram. 

Nama-nama bekicot juga sangat lucu, seperti “Turbo” dari film animasi, “Hu Gua” yang dinamai berdasarkan artis, dan “Zucchini” yang merupakan permainan kata dalam bahasa Mandarin. 

Bekicot terkecil di arena adalah “Macrochlamys hippocastaneum”, yang dipungut oleh Mr. Liu dari taman di gereja, dan dinamai “Mini Electric Butt Snail.”

Para bekicot dan pemiliknya melewati catwalk sebelum menuju meja bundar besar, di mana tempat perlombaan berlangsung. Setiap pertandingan dimulai dengan menempatkan 20 bekicot di tengah meja. Beberapa bekicot lupa untuk berlari dan malah memanjat satu sama lain, mengubah lomba lari menjadi adu sumo bekicot. 

參賽蝸牛被主人放在中心黃圈,起跑後需跑向外圈壓線才算到終點,現場加油吶喊聲不斷!(記者花孟璟攝)

圖/自由時報

Namun, sebagian besar bekicot berlari lurus menuju lingkar luar. Pada pertandingan kedua pagi hari, bekicot bernama “Ye Luo Ma” berhasil mencapai garis finis dalam waktu 2 menit 15 detik, sementara bekicot kedua, “Guo Yan Xi Snail” dari Peternakan Jiang Yu Bao, mencapai garis finis dalam waktu 2 menit 35 detik.

Miss Chen, yang tinggal di Chishang, Taitung, adalah pemilik “Ye Luo Ma”, yakni bekicot yang memenangkan perlombaan. Di lokasi, ia menerima medali penghargaan dan seikat sayuran organik, yang langsung diberikan kepada bekicot kesayangannya sebagai hadiah. 

Miss Chen menjelaskan bahwa “Ye Luo” berarti bekicot dalam bahasa Hakka. Setelah melihat informasi perlombaan di internet, ia pun segera mendaftar. Beberapa hari sebelum perlombaan, ia mengumpulkan sepuluh bekicot dari ladang dan memberi mereka makan daun ubi jalar organik. Dari sepuluh bekicot tersebut, ia memilih tiga bekicot yang paling aktif, dan “Ye Luo Ma” adalah yang paling unggul di antara mereka.

蝸牛選手們有些直直跑向終點,有的迷失方向亂跑。(記者花孟璟攝)

圖/自由時報

Tahun ini menandai sepuluh tahun Fenglin menjadi bagian dari gerakan “Slow City”. Fenglin, sebuah kota kecil di Hualien, adalah kota pertama di Taiwan yang bergabung dengan organisasi nirlaba Italia, Cittaslow International. 

Cheng Jen-shou menyatakan bahwa bergabung dengan gerakan Slow City adalah hasil dari kerja keras sekelompok warga Fenglin yang mencintai kampung halaman mereka. Mereka berharap dapat menyebarkan filosofi hidup perlahan dan menikmati makanan secara perlahan, serta meningkatkan pariwisata lokal.

Komentar

Terbarumore