(Taiwan, ROC) —- Bento (nasi kotak) kereta api Taiwan (TRA) adalah salah satu nasi kotak yang sangat digemari oleh banyak warga di Taiwan. Namun, pada tanggal 24 Mei 2024 kemarin, seorang penumpang yang naik kereta api TRA 168 tipe EMU3000 terkejut saat hampir selesai menikmati bento yang dipesannya secara online.
Sang penumpang bersangkutan menemukan “tambahan lauk” yang tidak diinginkan, yakni seekor kecoak mati tanpa kepala dan kaki.
Penemuan ini membuat penumpang tersebut sangat ketakutan. Menanggapi kejadian ini, perusahaan kereta api Taiwan, TRA (Taiwan Railway Administration) telah menghubungi penumpang bersangkutan dan menyampaikan permintaan maaf.
圖/臉書社團
Pada Sabtu kemarin (25/5), TRA juga telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di semua dapur di Taiwan, dan menyimpulkan bahwa ini adalah kasus tunggal. Ke depannya, TRA akan menjalani inspeksi dan pendampingan dari pihak ketiga setiap enam bulan sekali.
Seorang Warganet wanita memposting di grup Facebook "好想住飯店 好康、踩雷不藏私 Hǎo xiǎng zhù fàndiàn hǎo kāng, cǎi léi bù cáng sī" menyampaikan bahwa dia naik kereta api TRA 168 menuju Kaohsiung dan memesan empat bento secara online bersama tiketnya.
Namun, dia mendapati bahwa satu bento telah berisikan "tambahan lauk" yang tidak diinginkan. Dia bersyukur bahwa bukan anaknya yang memakan bento tersebut. Ia pun kemudian mengingatkan semua orang untuk memeriksa bento mereka sebelum menikmatinya, untuk memastikan tidak ada "tambahan" yang tidak diinginkan.
Warganet bersangkutan juga memposting foto yang memperlihatkan jasad kecoak di dalam bento. Kecoak tersebut sudah terpotong kepala dan kakinya, tetapi tubuhnya masih utuh. Bento tersebut bahkan sudah hampir habis dimakan sekitar 80-90% sebelum kecoak itu ditemukan.
Wanita tersebut kemudian menyatakan bahwa pihak restoran TRA telah menghubunginya. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak meminta kompensasi apapun, tetapi menekankan pentingnya etika respons dari petugas yang berada di garis terdepan.

圖/臉書社團
Tidak ada yang ingin mengalami kejadian seperti ini, dan dia juga mengingatkan semua orang untuk memeriksa makanan mereka sebelum menyantapnya. Dia berharap TRA akan lebih memperhatikan masalah keamanan makanan dan menyatakan bahwa dia tidak akan meminta atau menerima kompensasi apapun.
Perusahaan TRA menyatakan bahwa bento yang dibeli oleh penumpang bersangkutan pada tanggal 24 Mei 2024 adalah produk yang diproduksi di Taitung. TRA juga sudah menghubungi yang bersangkutan dan menyampaikan permintaan maaf secara tulus, serta bertanggung jawab penuh untuk menangani masalah ini.
Pada hari Senin ini, otoritas TRA akan mengunjungi Warganet bersangkutan secara langsung untuk memberikan penjelasan dan permintaan maaf secara langsung.

Bento (nasi kotak) kereta api Taiwan (TRA). 圖/LA VIE
TRA menegaskan bahwa mereka sangat memperhatikan insiden ini. Mereka segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur di seluruh layanan makanan, memeriksa lokasi dan proses produksi, serta mencari tahu apakah penyebabnya berasal dari bahan baku atau terjadi di saat bento berada dalam proses pengiriman.
Saat ini, mereka menyimpulkan bahwa ini adalah kasus tunggal (individu). Selain itu, mereka juga telah melakukan operasi 5S dan pembersihan di semua ruang produksi makanan, serta menugaskan para pengawas untuk mengelola dan memastikan keamanan pangan serta kualitas produksi.
Perusahaan TRA menekankan bahwa ke depannya, mereka akan lebih meningkatkan kualitas produksi di semua ruang layanan makanan, memastikan semua proses produksi memenuhi standar HACCP. Semua ruang layanan makanan akan secara ketat melaksanakan standar tersebut dan menerima pemeriksaan serta bimbingan dari pihak ketiga setiap enam bulan.