(Taiwan, ROC) —- Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika internasional terus meningkat. Baru-baru ini, Ditjen Karantina dan Inspeksi Tanaman dan Hewan (APHIA), Kementerian Pertanian Taiwan di Taoyuan menemukan seorang wisatawan asal Indonesia yang tiba di Taiwan dari Hong Kong membawa makanan pesawat berupa "daging panggang campur".
Anjing karantina berhasil mendeteksi bau makanan tersebut, dan wisatawan bersangkutan didenda sebesar NT$200.000. Namun, karena tidak bisa membayar denda di tempat, maka wisatawan tersebut langsung dideportasi oleh Ditjen Imigrasi.
Wisatawan tersebut harus membayar dendanya terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.
*African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika adalah penyakit virus menular yang sangat fatal bagi hewan babi. Penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi industri peternakan babi.

Wisatawan asal Indonesia membawa makanan pesawat, didenda NT$200 ribu. 圖/ETTODAY
Wakil Ketua APHIA, Hsu Jung-pin (徐榮彬), menyatakan bahwa pelancong asal Indonesia tersebut tiba di Taiwan dengan penerbangan dari Hong Kong pada tanggal 30 April 2024. Di area jalur hijau, anjing karantina menghentikannya dan menemukan bahwa ia membawa kotak makanan yang berisikan daging babi dan ayam.
Investigasi menunjukkan bahwa pelancong tersebut membungkus makanan pesawat dan membawanya turun dari pesawat. Pelancong tersebut kemudian didenda NT$200.000 di tempat. Namun, karena tidak dapat membayar denda, ia kemudian diserahkan kepada otoritas imigrasi untuk dideportasi.
Hsu Jung-pin menjelaskan bahwa makanan di dalam pesawat atau kapal pesiar juga dianggap sebagai produk luar negeri. Menurut peraturan yang berlaku di Taiwan, makanan yang mengandung daging unggas atau babi, serta buah dan sayuran segar, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke Taiwan.
Jika ditemukan, maka pelanggar akan dikenakan denda sesuai hukum yang berlaku. Hsu Jung-pin mengingatkan para pelancong untuk tidak membawa makanan sisa pesawat untuk menghindari denda. Jika pelancong asing melanggar peraturan ini dan tidak dapat membayar denda di tempat, maka mereka akan dideportasi. Mereka harus membayar denda terlebih dahulu, sebelum diizinkan masuk kembali ke Taiwan.
APHIA menyatakan bahwa pihaknya belakangan ini menemukan produk daging babi yang dibawa oleh pelancong dari Tiongkok yang mengandung asam nukleat virus demam babi Afrika tipe baru. Oleh karena itu, pihaknya telah meningkatkan pemeriksaan X-ray 100% pada bagasi pelancong, paket kiriman, dan paket pos.

圖/三立新聞
Menjelang liburan Festival Perahu Naga dan musim liburan musim panas yang akan datang, APHIA mengingatkan masyarakat untuk menghindari membawa barang-barang yang dilarang. Jika kedapatan membawa produk daging babi ke Taiwan, maka denda sebesar NT$200.000 akan dikenakan untuk pelanggaran pertama, dan NT$1 juta untuk pelanggaran kedua.
APHIA juga menjelaskan bahwa sejak penumpang turun dari pesawat, berbagai papan informasi dan pengumuman telah dipasang di sepanjang jalur, guna mengingatkan para pelancong tentang barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa masuk ke Taiwan.
Di area pemeriksaan bea cukai sebelum keluar bandara, terdapat rak pameran yang menunjukkan contoh barang bawaan yang sering disalahartikan atau dikira boleh dibawa masuk ke Taiwan sebagai oleh-oleh. Barang-barang tersebut adalah kuah kaldu hotpot Tiongkok, bakpao daging, kue dan makanan yang mengandung daging, serta makanan hewan peliharaan yang mengandung daging, telur onsen, kulit ayam, dan bento daging panggang dari Jepang.
Selain itu, barang-barang dari Korea Selatan, seperti ginseng, hot dog, dan sosis darah, juga dilarang dibawa masuk ke Taiwan.
Pelancong yang membawa barang-barang yang tidak memenuhi syarat/dilarang, masih memiliki kesempatan untuk melaporkan dan membuang barang-barang tersebut, sebelum memasuki jalur hijau untuk menghindari denda.