(Taiwan, ROC) – Setelah pemerintah baru Taiwan dilantik pada 20 Mei, Asosiasi Pariwisata Taiwan di Malaysia (TVA) juga membawa kabar baik dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pariwisata dengan “Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Malaysia (MATTA)” dan "Asosiasi Pariwisata Tionghoa Malaysia (MCTA)". Kerja sama ini bertujuan untuk mencapai target 600.000 wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Taiwan setiap tahun.
Direktur TVA Kuala Lumpur Zhou Shi-bi (周士弼) menunjukkan bahwa Taiwan dan Malaysia memiliki hubungan yang erat dengan total 830.000 kunjungan pada tahun 2019. Dari jumlah tersebut, 537.692 wisatawan Malaysia mengunjungi Taiwan, menjadikan Malaysia sebagai pasar terbesar Taiwan di Asia Tenggara.
Berdasarkan siaran pers dari Direktorat Jenderal Pariwisata Taiwan dan TVA, dalam rangka memasarkan merek pariwisata Taiwan 3.0 "TAIWAN - Waves of Wonder" (Pesona Taiwan - Kejutan Tanpa Akhir), mereka tidak hanya mengadakan pameran wisata Taiwan di Kuala Lumpur dengan tema "kuliner" dan "wisata kereta api", tetapi juga mengadakan hampir 2500 pertemuan bisnis dengan pelaku industri pariwisata setempat.
Siaran pers tersebut menyebutkan bahwa untuk memperkenalkan sumber daya pariwisata Taiwan kepada pelaku bisnis Malaysia, grup tari inovasi budaya Taiwan "Hoyi Dance" dan juara dunia "Pemandu Sorak Kompetitif Taiwan" juga mempertontonkan kekayaan budaya dan lingkungan wisata Taiwan yang dinamis.
Pelaku industri Muslim yang turut serta mempromosikan Taiwan di acara tersebut mengungkapkan bahwa Taiwan memiliki pemandangan pegunungan yang unik, kekayaan budaya, dan kuliner yang lezat. Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan gencar mempromosikan pariwisata Muslim, dengan banyak restoran yang telah mendapatkan sertifikasi halal serta hotel-hotel yang menyediakan ruang ibadah, menjadikannya peluang bisnis besar untuk menarik wisatawan Muslim dari Malaysia.