(Taiwan, ROC) —- Seorang wanita bermarga Huang (黃姓) dari Kota New Taipei, yang telah menikah dan memiliki dua anak, memiliki rutinitas untuk mengurus rumah tangga, sementara suaminya bekerja untuk mencari nafkah.
Sang suami hanya menjatahi Huang dengan memberikan NT$1000 hingga NT$2000 per minggu untuk biaya hidup keluarga mereka yang terdiri dari lima orang. Selain itu, suaminya sering mencurigainya berselingkuh dan bahkan mengucapkan kata-kata kasar.
Sebaliknya, suaminya sendiri memiliki hubungan yang tidak pantas dengan beberapa wanita Vietnam, yang membuat Huang merasa sangat kecewa dan akhirnya memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.
Pengadilan Negeri Kota New Taipei kemudian menyetujui perceraian mereka. Namun, keputusan ini masih bisa diajukan banding.
圖/CTWANT
Menurut putusan pengadilan, Huang menyatakan bahwa setelah menikah, mereka memiliki dua anak. Sebagai seorang istri, Huang tetap tinggal di rumah untuk mengurus rumah tangga sesuai permintaan suaminya, sementara sang suami bekerja.
Namun, suaminya sangat pelit dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan memberlakukan banyak pembatasan serta ketidakpercayaan terhadapnya. Pada awal pernikahan, suaminya hanya memberikan NT$1000 per minggu untuk kebutuhan hidup keluarga mereka yang terdiri dari lima orang.
Karena kenaikan inflasi, jatah per minggu tersebut kemudian ditingkatkan menjadi NT$2000 per minggu. Dengan uang tersebut, Huang masih harus menutupi biaya tagihan gas, air, dan listrik.
Huang menuduh bahwa suaminya kurang percaya padanya dan akan memarahinya jika dia tidak ada di rumah. Huang sering dikatai tidak setia dan diancam akan diberhentikan uang belanja.
Suaminya terus-menerus mencurigainya berselingkuh dan sering menghinanya dengan ucapan seperti, "Kadang-kadang kamu benar-benar kotor, kamu tahu apa itu kotor? Sangat menjijikkan," dan "Pindahlah, cepat pindah."
Di sisi lain, suaminya sendiri tidak menjaga perilakunya dan memiliki hubungan yang rumit dengan beberapa wanita Vietnam. Oleh karena itu, Huang meminta hakim untuk menyetujui perceraian mereka.
示意圖/翻攝自photoAC
Di lain pihak, sang suami mengklaim bahwa selama masa pernikahan mereka, dia adalah satu-satunya yang menopang kebutuhan rumah tangga dengan pendapatan yang terbatas. Selain memberikan uang kepada istrinya untuk membeli bahan makanan, dia juga harus menanggung semua biaya hidup keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak.
Mengenai bukti percakapan yang diajukan oleh pihak istri, dia menyatakan bahwa hal itu terjadi karena Huang pernah meninggalkan rumah tanpa izin dan sering kali tidak kembali ke rumah. Pada hari kejadian, dia tidak bisa menghubungi Huang melalui telepon sehingga dalam keadaan cemas dan tersulut emosi, dia pun akhirnya melontarkan kata-kata kasar.
Di hadapan pengadilan, sang suami berargumen bahwa tidak adil jika hanya berdasarkan satu rekaman percakapan pada malam itu, hubungan pernikahan mereka yang rusak, sepenuhnya disalahkan kepadanya.
Pengadilan Negeri Kota New Taipei mempertimbangkan bahwa suami telah melarang Huang untuk pergi bekerja di luar rumah dan hanya memberikan NT$2.000 per minggu untuk membeli bahan makanan. Dia tidak memberikan uang tambahan yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan rekreasi.

圖片來源/Unsplash
Menurut pengadilan, sang suami juga sering mencurigai Huang berselingkuh tanpa alasan yang jelas dan menghina istrinya dengan kata-kata kasar, membuat Huang merasa tidak tahan hidup bersama dan akhirnya meninggalkan rumah.
Pengadilan menemukan bahwa tindakan suami yang menyebabkan rusaknya hubungan pernikahan mereka. Selain itu, keretakan dalam pernikahan antara keduanya sudah sangat dalam dan sulit untuk dipulihkan. Oleh karena itu, pengadilan menyetujui perceraian mereka, meskipun keputusan ini masih bisa diajukan banding.