History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Satu Tahun #MeToo, NATWA: Harus Ada Mekanisme Sosial dan Pemerintah Yang Melindung

  • 23 May, 2024
  • 鄭蕙玲
Satu Tahun #MeToo, NATWA: Harus Ada Mekanisme Sosial dan Pemerintah Yang Melindung
National Alliance of Taiwan Women’s Associations (NATWA) menggelar Konferensi Tingkat Tinggi untuk mengilas balik perubahan yang terjadi selama satu tahun sejak digelarnya gerakan #MeToo

#MeToo週年 婦團:仍須社會和政府系統持續守護

(Taiwan, ROC) -- Gerakan anti pelecehan atau kekerasan seksual #MeToo akan genap satu tahun, untuk memperingatinya National Alliance of Taiwan Women’s Associations (NATWA) menggelar Konferensi Tingkat Tinggi untuk mengilas balik perubahan yang terjadi selama satu tahun sejak digelarnya gerakan #MeToo, serta mengimbau pemerintah dan masyakat sosial untuk terus memberikan perhatian dan dukungan, NATWA juga sekali lagi menekankan akan terus semangat melakukan gerakan MeToo.

Gelombang gerakan MeToo dimulai pada akhir Mei tahun lalu membuat geger masyakat, mendorong pemerintah untuk merevisi 3 UU kesetaraan gender (UU kesetaraan gender di tempat kerja, UU pendidikan kesetaraan gender, dan UU pencegahan pelecehan seksual), memperkuat pencegahan dan penyelesaian kasus pelecehan seksual. Untuk memperingati satu tahun gerakan #MeToo, NATWA mengelar KTT perempuan nasional untuk mengilas balik perubahan yang ada setelah gelombang MeToo. Mantan Wakil Presiden Annette Lu (呂秀蓮) juga hadir untuk memberikan dukungannya.

Ketua NATWA Peng Yen-wen (彭渰雯) menyampaikan, gelombang #MeToo sudah pasti membuat kita semua lebih mengerti bagimana terjadinya MeToo sehingga masyarakat semakin bersedia untuk mendukungnya, bahkan membantu pengadilan dalam pengambilan keputusan.

Peng Yen-wen (彭渰雯) mengatakan, “Gerakan ini memberikan perubahan besar pada kami, di sisi lain juga agar masyarakat mengetahui bagaimana #MeToo berbuat terhadap pelecehan seksual, mereka biasanya menggunakan skema apa; di sisi lain adalah membuat kita semua mengetahui dan mengakatan bahwa sebenarnya banyak kasus pelecehan seksual di sekitar kita, dan dapat lebih mengerti serta mendorong orang untuk mendukung kepada orang-orang yang bangkit berdiri, bahkan dalam keputusan pengadilan, tidak lagi mempersulit korban dan menyebabkan luka kedua bagi korban seperti sebelumnya, untuk itu saya rasa ini semua merupakan perubahan yang positif.”

Ketua Taipei Women’s Rescue Foundation Tu Ying-chiu (杜瑛秋) mengimbau masyarakat untuk dapat mengikuti perubahan peraturan. Tu Ying-chiu mengungkit bahwa #MeToo memang membuat banyak orang berani keluar untuk memberikan bantuan dan lebih agresif mengajukan kasus, tetapi setelah revisi 3 UU kesetaraan gender diloloskan, bagaimana dalam implementasinya? Sebenarnya ini yang lebih penting, terlebih terhadap pelecehan seksual di tempat kerja, apakah tiap-tiap kota dan kabupaten memiliki personil untuk memberikan bantuan dan apakah infromasi cukup memadai, semia ini masih harus diupayakan.

Komentar

Terbarumore