(Taiwan, ROC) —- Pada Selasa kemarin (21/5), terjadi insiden penikaman secara acak di MRT Taichung. Pelaku berusia 20 tahun dengan marga Hong (洪姓), berangkat dari Kaohsiung menuju Taichung pada hari Minggu 19 Mei 2024, dan menginap di sebuah motel.
Pada Selasa pagi hari (21/5) tepatnya pukul 10:39, Hong check-out dan naik taksi menuju Stasiun MRT Shui-an Temple, lalu melancarkan aksi penikaman secara acak pada pukul 11:20, yang kemudian menyebabkan beberapa penumpang terluka.
Polisi menduga bahwa Hong telah merencanakan serangan ini sejak seminggu sebelumnya ketika dia membeli senjata di sebuah toko perkakas di kawasan Luzhu, Kaohsiung. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas berwenang.

Hong pelaku penikaman acak di MRT Taichung terlihat cukup tenang saat melancarkan aksinya. 圖/今日新聞
Berdasarkan kronologi kejadian, Hong naik MRT dari Stasiun Shui-an Temple dengan membawa tiga pisau. Dia langsung menyerang penumpang setelah naik kereta. Seorang pria bermarga Xu (許姓) berusia 27 tahun segera maju untuk melumpuhkan pelaku dan merebut pisau.
Beberapa penumpang lainnya juga membantu, akhirnya berhasil menahan pelaku sampai polisi tiba dan menangkap Hong. Insiden ini menyebabkan Xu dan seorang siswa SMA berusia 17 tahun terluka dan dibawa ke rumah sakit.
Menurut penyelidikan polisi, pelaku Hong melakukan perjalanan dengan menumpangi kereta cepat THSR dari Tainan menuju Taichung pada Minggu malam tanggal 19 Mei 2024, kemudian tiba di tempat tujuan pada pukul 18:53, dan menginap di sebuah motel.
Pada tanggal 21 Mei 2024 pukul 10:39, Hong check-out dan naik taksi menuju Stasiun MRT Shui-an Temple.
Rekaman kamera CCTV menunjukkan bahwa Hong membawa sebuah tas besar berwarna hitam saat check-in di motel pada Minggu malam (19/5). Dia terlihat sangat tenang saat berbicara dengan staf motel sebelum masuk ke kamarnya, dan tidak keluar sampai hari Selasa (21/5).

Dalam penelusuran CCTV, Hong terlihat membawa tas hitam saat masuk ke dalam motel. 圖/ETtoday
Rekaman lain juga memperlihatkan saat Hong tiba di Stasiun MRT Shui-an Temple dan meletakkan tasnya di loker penyimpanan sebelum memasuki MRT dan melakukan penyerangan.
Fakta di lapangan juga menemukan bahwa seminggu sebelumnya, Hong telah membeli pisau di sebuah toko perkakas di Luzhu, Kaohsiung. Polisi menganggap aksi penyerangan yang dilancarkan Hong sebagai tindakan yang sudah direncanakan.

Pada tanggal 21 Mei 2024 pukul 10:39, Hong terlihat meninggalkan motel dimana ia menginap selama 2 malam. 圖/ETtoday