(Taiwan, ROC) —- Seorang pria berusia 20 tahun yang juga adalah mahasiswa jurusan keperawatan menaiki MRT Taichung pada Selasa pagi (21/5), dan secara tak terduga mengeluarkan tiga pisau yang telah disiapkan untuk menyerang penumpang di dalam gerbong.
Pelaku yang memiliki marga Hong tersebut (洪姓) melakukan aksi penikaman secara acak terhadap penumpang MRT. Orang tua Hong yang tinggal di wilayah selatan Taiwan mengetahui kesalahan besar yang telah dilakukan anak mereka.
Pada awalnya, kedua orang tua Hong meminta anak mereka untuk memikul tanggung jawab atas tindakannya sendiri. Namun, pada akhirnya mereka memutuskan menyewa pengacara, untuk kemudian mendampingi Hong saat membuat pernyataan di kantor polisi.
Kedua orang tua pelaku memberikan keterangan di depan publik (圖/TVBS)
Pada Rabu siang (22/5), sekitar pukul 14.00, kedua orang tua Hong muncul di depan umum dengan didampingi oleh pengacara mereka. Mereka membungkuk 90 derajat sebanyak lima kali dan sang ayah meminta maaf kepada publik, mengakui bahwa ia gagal mendidik anaknya. Ayah Hong menyampaikan harapannya agar para korban dapat segera pulih.
Menurut pemberitaan yang ada, ayah Hong memiliki usaha klinik pijat di Pingtung. Setelah mengetahui kesalahan besar yang dilakukan anaknya, dia segera menutup kliniknya dan bersama istrinya pergi ke Taichung.
Sebelumnya, ayah Hong dengan terisak mengatakan, "Anak saya melakukan kesalahan, benar-benar melakukan kesalahan!" Ia pun kemudian meminta maaf kepada para korban, dengan mengatakan, "Ini kesalahan saya sebagai seorang ayah, saya tidak mendidiknya dengan baik!"

Hong langsung dibekuk petugas saat melancarkan aksi kejinya pada Selasa di MRT Taichung (圖/UDN)
Pada awalnya, pihak keluarga menganggap bahwa Hong sudah dewasa dan harus bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Namun, keesokan harinya, yaitu Rabu hari ini (22/5) orang tuanya memutuskan menyewa pengacara untuk mendampingi anaknya. Saat berada di kantor polisi, ibu Hong juga terlihat sangat emosional, dan langsung memeluk Hong sambil terisak.
Pada Rabu siang, kedua orang tua Hong muncul di depan umum dengan didampingi oleh pengacara mereka, lalu membungkuk 90 derajat untuk meminta maaf kepada publik. Ayah Hong menyatakan bahwa korban yang terluka, yakni seorang anak kecil dan seorang pria, masih dirawat di rumah sakit.
Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi ke rumah sakit untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung, tetapi dia dan istrinya akan bertanggung jawab atas insiden ini.
Selain itu, ayah Hong mengungkapkan bahwa yang paling dia khawatirkan adalah anak kecil yang terluka dalam insiden tersebut, karena luka yang dialaminya lebih parah ketimbang luka yang dialami anaknya.
Hong (pakaian putih) sempat mengalami luka, setelah mendapat perlawanan dari para penumpang lainnya (圖/UDN)
Sembari terisak, ayah Hong dengan sedih mengatakan bahwa dirinya tidak mendidik anaknya dengan baik. Dia merasa gagal sebagai seorang ayah. Setelah kejadian tersebut, dia berusaha beberapa kali menghubungi rumah sakit untuk meminta maaf langsung kepada para korban, tetapi rumah sakit memintanya untuk menunggu.
Menanggapi kondisi anaknya setelah digiring ke kantor polisi, ayah Hong mengatakan bahwa ibunya sangat emosional ketika bertemu dengan anaknya kemarin dan langsung memeluk Hong.
Saat ini, penyelidikan masih berjalan dan tidak dapat dibicarakan secara terbuka. Ayah Hong merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk berbicara banyak, karena dia adalah ayah yang gagal mendidik anaknya.
Terakhir, ayah Hong menegaskan bahwa tanggung jawab utama saat ini adalah memperhatikan dua korban yang terluka akibat tindakan anaknya. Setelah berbicara, orang tua Hong kembali membungkuk untuk meminta maaf sebelum meninggalkan tempat.