History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tidak Puas dengan RUU Reformasi Parlemen, Ormas Ajak Warga Kepung Yuan Legislatif

  • 21 May, 2024
  • 曾秀情
Tidak Puas dengan RUU Reformasi Parlemen, Ormas Ajak Warga Kepung Yuan Legislatif
Tidak Puas dengan RUU Reformasi Parlemen, Ormas Ajak Warga Kepung Yuan Legislatif

(Taiwan, ROC) – Yuan Legislatif pada hari ini (21/5) kembali melanjutkan pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Reformasi Parlemen. Puluhan organisasi masyarakat berkumpul di luar Yuan Legislatif, mengajukan lima tuntutan utama dan meminta agar RUU tersebut dikembalikan ke komite untuk ditinjau ulang. Organisasi masyarakat mengklaim bahwa malam ini adalah puncak acara, di mana pihaknya akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengepung Yuan Legislatif. Mereka menegaskan jika partai oposisi tetap bersikeras, maka mereka akan mengerahkan lebih banyak massa untuk menyampaikan protes.

Puluhan organisasi masyarakat seperti Taiwan Citizen Front, Economic Democracy Union, dll berkumpul di luar Yuan Legislatif sejak pagi, meneriakkan slogan-slogan seperti “Menyetujui seluruh rancangan, sama dengan tidak ditinjau”, dll, serta meminta agar RUU tersebut dikembalikan ke komite untuk ditinjau ulang. Pihak penyelenggara bahkan menyiarkan langsung kondisi di dalam ruang sidang melalui sebuah layar besar di lokasi, lengkap dengan panggung dan tenda, serta dipadati sekitar 200-300 orang. Ketika majelis mulai melakukan pemungutan suara, kerumunan tersebut mulai bersorak dan meneriakkan “Reformasi Parlemen, Pemungutan Suara dengan Mencantumkan Pemberi Suara”.

Koordinator Wadah Pemikir Economic Democracy Union, Lai Chung-chiang (賴中強) menyatakan bahwa peninjauan RUU Reformasi Parlemen kali ini memiliki lima ketidakadilan, termasuk partai oposisi menggunakan teknik penghalangan untuk mengeluarkan proposal Partai Progresif Demokrat (DPP) dari pembacaan kedua di majelis; Beberapa versi revisi UU dari Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP) langsung diajukan ke pembacaan kedua tanpa tinjauan formal di komite; Ada 14 versi revisi UU dari partai oposisi yang tidak dibahas secara satu per satu, tetapi telah disetujui secara keseluruhan; Usulan revisi dari KMT dan TPP diajukan ke ruang sidang hanya sesaat sebelum pemungutan suara; Partai oposisi memutuskan bahwa 22 versi RUU tidak perlu dibacakan satu per satu, yang mana telah melanggar ketentuan “UU Pelaksanaan Wewenang Yuan Legislatif”.

Menghadapi situasi parlemen saat ini, Lai Chung-chiang (賴中強) menghimbau Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Partai DPP untuk tidak merespons secara pasif, melainkan secara proaktif mengajukan versi lengkap dari reformasi parlemen, sehingga dapat bersaing dan berdialog dengan versi dari partai oposisi. Organisasi masyarakat mengajukan lima tuntutan utama, termasuk bahwa reformasi parlemen tidak boleh merusak pemisahan kekuasaan, RUU harus dikembalikan ke komite untuk ditinjau ulang, memprotes pengekangan demokrasi oleh partai KMT dan TPP, komite harus membahas proposal dari masing-masing partai secara substansial, serta tanpa diskusi, itu bukanlah demokrasi.

Wakil Sekretaris Jenderal Economic Democracy Union, Hsu Kuan-tse (許冠澤) menyatakan bahwa organisasi masyarakat akan terus berkumpul di luar Yuan Legislatif, mendesak parlemen untuk berhenti sebelum terlambat. Dirinya menekankan jika ini baru pembukaan, sedangkan acara puncak akan berlangsung pada pukul 18:30 malam. Mereka mengajak semua warga untuk mengepung Yuan Legislatif dan akan membuka sesi bagi warga untuk menyampaikan suaranya pada pukul 21:00 malam. Dirinya juga mengumumkan, jika partai oposisi tetap bersikeras dan memaksakan untuk melakukan pemungutan suara, maka organisasi masyarakat akan mengerahkan lebih banyak warga untuk mengepung Yuan Legislatif pada sidang-sidang berikutnya pada tanggal 24 dan 28 Mei.

Komentar

Terbarumore